Tahun 2019 Jadi Periode yang Luar Biasa di Industri Smartphone

Rabu, 25 Desember 2019

Tahun 2019 menjadi tahun perkembangan teknologi smartphone yang signifikan, baik itu soal kamera, baterai, maupun desain dari perangkat. Foto/Ist

TRANSKEPRI.COM. JAKARTA - Setiap tahun, industri seluler selalu kedatangan flagship baru. Khusus di tahun ini, kita banyak menyaksikan perkembangan teknologi baru pada handphone.

Seperti apa perkembangannya, berikut ulasan kami tentang kemajuan yang terjadi di industri ponsel cerdas:

Handphone Layar Lipat

Setelah beberapa tahun gagal diluncurkan, akhirnya publik seluler dapat merasakan keunggulan dari foldable phone alias ponsel layar lipat. Perjuangan smartphone supermahal ini untuk sampai produksi massal memang sangat berat.

Tak percaya? Lihat saja, sampai sekarang jumlah populasi dari foldable phone sangat sedikit. Di pasaran hanya ada Samsung Galaxy Fold, Motorola Razr (2019), Huawei Mate X, dan pionirnya, Royole Flexpai. Yang disebut terakhir bahkan bukan pabrikan ternama.

Perlahan tapi pasti, ponsel layar lipat akan menjadi bagian dari industri smartphone global. Sebab harganya akan turun seiring perkembangan teknologi yang ditemukan, bahkan Galaxy Fold 2 digadang-gadang dijual di bawah Rp15 juta.

Ponsel dengan Hadware Powerful

Chip smartphone Apple telah mengungguli prosesor handphone berbasis Android selama beberapa generasi terakhir. Kini Qualcomm telah bangkit dan melakukan perlawanan dengan Snapdragon 855-nya yang sangat cepat. Imbasnya, flagship

Android jauh lebih mulus, tajam, dan menyenangkan untuk digunakan.

Kita juga jangan lupa pada tahun ini ponsel sudah menerapkan layar refresh rate yang semakin tinggi. OnePlus menjadi yang pertama dengan kecepatan refresh 90 Hz pada OnePlus 7 Pro dan kemudian ASUS mengambil-alih dengan 120 Hz pada ROG Phone II.

Kamera Seluler yang Lebih Menawan

Kualitas kamera handphone sudah semakin bagus dalam tiga tahun terakhir. Tapi tahun ini, kita tidak hanya mendapatkan sedikit penyesuaian resolusi, tapi juga mendapatkan modul tiga kamera sebagai fitur utama pada handphone.

Smartphone zaman now membawa pembesaran optik gila-gilaan, lensa sudut ultra lebar, dan beberapa fotografi komputasi yang cukup mengesankan. Sementara tahun lalu hanya Google Pixel 3 yang menjadi raja dalam hal gambar.

Peningkatan mode malam juga monumental, terutama untuk handphone iPhone Apple. Handset diketahui kehilangan fitur seperti itu selama beberapa tahun terakhir.

Usia Baterai yang Lama

Selama bertahun-tahun, pengguna telah meminta produsen untuk mempersenjatai produknya dengan baterai berkapasitas besar. Beberapa perusahaan mendengarkan dan yang lain lebih suka membuat perangkat mereka super-tipis dan super-ringan.

Pada tahun 2019, teknologinya sudah sangat maju sehingga pengguna berhasil mendapatkan sedikit dari tuntutan keduanya -ponsel tidak harus superbesar, tapi kapasitas baterai telah meningkat secara nyata. Bahkan Apple, yang terkenal karena menggunakan baterai yang lebih kecil, sekarang memiliki sel 4.000 mAh untuk iPhone 11 Pro Max.Kini di ponsel berbasis Android, baterai 4.000 mAh sudah menjadi standar. Terlebih Samsung yang sudah mengangkat baterai berkapasitas di atas 5.000 mAh untuk produknya, yakni Galaxy M30s.Jadi patut kita tunggu teknologi terbaru apa saja yang bakal dibawa pabrikan ke dalam handphone-nya kelak. Terutama ketika kita bicara kamera, baterai, dan layar lipat. (ssb)