Arab Saudi Terima Jemaah Haji 2021 dengan Jumlah Terbatas

Ahad, 23 Mei 2021

Kakbah di Kota Makkah

TRANSKEPRI.COM.JAKARTA- Pemerintah Arab Saudi izinkan jemaah dari luar negeri untuk melakukan haji tahun ini.

Para jemaah yang hendak melaksanakan haji tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang ketat dalam upaya tindakan pencegahan Covid-19.

Pada Sabtu, 21 Mei 2021, Perwakilan Khusus Perdana Menteri untuk Kerukunan Umat Beragama, Maulana Tahir Ashrafi mengatakan Arab Saudi telah mengizinkan haji dengan kuota sebesar 60 ribu dari seluruh dunia.

Dalam wawancara eksklusif dengan ARY News, Ashrafi menambahkan pihaknya tidak mengizinkan orang dengan usia di bawah 18 dan lebih dari 60 tahun untuk pergi haji karena Covid-19.

Otoritas Arab Saudi menyatakan jemaah haji wajib divaksinasi. Menurut sebuah laporan yang beredar, Arab Saudi telah mengeluarkan daftar vaksin yang direkomendasikan.

Vaksin-vaksin untuk virus corona tersebut antara lain Pfizer, Oxford, Moderna, dan Johnson & Johnson.

Keempat vaksin itu sudah disetujui dan direkomendasikan oleh kerajaan Arab Saudi untuk digunakan para jemaah nantinya.

Arab Saudi tidak merekomendasikan jemaah untuk menggunakan vaksin yang diproduksi di China.

Ashrafi berkata kemungkinan pemerintah Arab Saudi akan mengambil keputusan lebih lanjut mengenai pelaksanaan haji tahun ini.

Tahun lalu, Arab Saudi hanya mengizinkan 10 ribu jemaah untuk menunaikan ibadah haji karena saat itu kasus corona masih sangat tinggi.

Sementara itu dikutip dari kemenag.go.id, pada Kamis, 20 Mei 2021 lalu, Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas beserta jajarannya membahas soal persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU), Khoirizi melaporkan bahwa pihaknya hingga saat ini belum ada kebijakan dari Saudi terkait masalah haji.

“Sampai saat ini belum ada ketentuan mengenai kebijakan penyelenggaraan ibadah haji, termasuk yang terkait aspek kesehatan haji,” katanya.

Khoirizi menjelaskan jemaah yang akan mengikuti haji, harus terlebih dahulu disuntik dengan vaksin jenis Sinovac.

Laporan dari Kementerian Kesehatan berkata pihaknya akan terus melakukan proses vaksinasi untuk jemaah haji.

Data Kemenkes per 19 Mei 2021 mengatakan jemaah yang sudah divaksin sudah ada lebih dari 133 ribu orang atau 73 persennya.

Plt Dirjen PHU mengungkapkan agar persiapan terkait dokumen dan layanan jemaah juga terus dilakukan.

Jika dihitung berdasarkan waktu sampai pelaksanaan wukuf di Arafah, maka waktu yang tersisa tinggal 58 hari lagi.

Menteri Agama meminta agar proses persiapan tetap dilakukan hingga batas akhir.

“Persiapan tetap dilakukan, sampai keputusan final apakah haji 2021 dilaksanakan atau tidak,” ujarnya. (tm)