Ketua HIPMI Sumbar Sorot Telatnya Pembayaran Tagihan BUMN ke Vendor Lokal

Selasa, 13 April 2021

Ketua Hipmi Sumbar, Brian Putra

TRANSKEPRI.COM.PADANG- Ketua HIPMI Provinsi Sumbar Brian Putra Bastara merasa prihatin dengan sikap BUMN yang 'zalim' pada pengusaha dan vendor-vendor lokal. Menurutnya, sikap BUMN yang suka telat membayarkan tagihan membuat pengusaha lokal menjerit. Tak hanya itu, tindakan yang lalai membayarkan tagihan, tidak sedikit membuat pengusaha lokal gulung tikar.

"Sangat menyayangkan tindakan itu, karena membuat pengusaha lokal atau vendor hilang akal untuk melanjutkan bisnis mereka. Pasalnya mereka kebingungan karena BUMN yang sering telat bayar tagihan dan pengaduan seperti itu sudah banyak terjadi," katanya, Senin (12/4/2021).

Simak Terus Berita Sumbar Hari ini di Harianhaluan.com

Brian melanjutkan, tak hanya telat membayarkan tapi juga proses pencairan yang lama membuat pengusaha lokal makin menjerit. Proses pencairan yang lama kata Brian bisa sampai enam bulan bahkan setahun. Kata dia, vendor lokal biasanya mendapatkan pinjaman dari bank tapi karena telat membayarkan maka antara keuntungan dari bisnis BUMN dan bunga tidak terlihat.

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

"Meski tagihannya sedikit tapi itu menjadi penyambung hidup bagi pengusaha kita. BUMN harusnya bisa melihat hal tersebut, harus sama-sama membangun perekonomian bukan malah jadi pembunuh," tegasnya.

Kemudian, kemungkinan celah permainan dalam pencairan tagihan di BUMN menambah peliknya masalah tersebut. Karena, kedekatan pengusaha lokal dengan pimpinan BUMN turut jadi penentuan kapan pencairah tagihan diberikan. Jika kenal dengan pimpinan BUMN maka pencairan akan cepat begitupun sebaliknya.

Ia mengharapkan harus ada pembenahan di badan internal BUMN tersebut. Sebab, jika dibiarkan akan membunuh pengusaha dan vendor lokal secara pelan-pelan. Lalu, SOP juga harus jelas terkait mekanisme pencairan tagihan.

"Kasihan vendor lokal terlebih yang kecil dan menengah. Selain itu, BUMN juga harus memiliki perencanaan program yang sesuai dengan kondisi finansial," harapnya. ***