Horee, Permen KP Nomor 9/2020 Terkait Legalisasi Cantrang di Laut Natuna Utara Bakal Dibatalkan

Jumat, 29 Januari 2021

Sejumlah perwakilan Nelayan dari Kepri saat berada di Kantor Kementerian KKP di Jakarta

TRANSKEPRI.COM.ANAMBAS- Perjuangan Nelayan di Provinsi Kepilauan Riau (Kepri) dalam menolak Permen Kelautan dan Perikanan (KP) No 59 tahun 2020 yang melegalkan cantrang di laut Natuna Utara dan membatasi jalur penangkapan nelayan  mencapai klimaks. Pasalnya Menteri Kelautan Perikanan yang baru, Sakti Wahyu Trenggono, meminta waktu untuk merevisi atau membatalkan Permen KP No 59 tahun 2020.

Hal itu terungkap dari rapat yang dilakukan oleh Forum Pergerakan Masyarakat Nelayan Kepri yang di motori sejumlah organisasi seperti HNSI Anambas, Bintan, Lingga, LKPI, Aliansi Nelayan Natuna (ANNA), Cindai dan mahasiswa dengan Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono, dan juga di hadiri Plt. Ditjen Tangkap, Muhamad Zaini, digedung Di ruang rapat menteri, gedung Mina Bahari IV, Jumat (29/1/2020).

Dedi Syahputra salah satu motor pergerakan dalam pesan WA mengatakan, dalam pertemuan tesebut pihaknya menyampaikan,  tuntutan dan keresahan nelayan Kepri terkait permen KP 59 tahun 2020 dimana melegalkan cantrang di laut Natuna Utara dan membatasi jalur penangkapan nelayan.

"Alhamdulillah dari rapat yang dilakukan memberikan angin segar bagi nelayan, karena respon baik dari Pak Menteri,"ujar Dedi.

Lebih jauh Dedi yang juga menjabat sekretaris HNSI Kepulauan Anambas itu menyampaikan, bahwa  Permen-KP tersebut hingga sekarang belum diterapkan.

Ia menyampaikan,  Menteri KKP berkomitmen untuk mewujudkan perikanan berkelanjutan, dengan alat penangkapan ikan yang ramah, dan tujuannya untuk kesejahteraan nelayan.

"Khusus Anambas dan Natuna, Beliau sudah mengetahui bahwa karakteristik nelayan melakukan penangkapan ikan mayoritas 12 sampai dengan 200 Mil," jelasnya.

Pada kesempatan itu Dedi menyampaikan kabar gembira lain yakni Menteri KP berencana akan datang ke Kepri khusus Anambas dan Natuna untuk mendengarkan langsung keluhan nelayan disana.

'Alhamdulilla beliau berencana datang ke Kepri untuk mendengarkan keluhan nelayan,"katanya.(002)