Secara Politis, Strategis dan Personal Peraih Suara Terbanyak Pilkada Kepri untuk Batam Adalah Marlin Agustina

Ahad, 20 Desember 2020

Syamsul Paloh

Oleh: Syamsul Paloh


Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri melalui rapat plenonya, Jumat (18/12/20), memutuskan pasangan nomor urut 03, Ansar-Marlin sebagai pemenang pada Pilkada Kepri yang digelar 9 Desember 2020 lalu.

Pasangan yang mengangkat jargon AMAN ini, unggul  dengan memperoleh 308.553 suara atau sekitar 39,97 persen. Sementara Paslon 01 Soerya - Iman dengan jargon SINERGI, memperoleh suara sebanyak 183.317 atau 23,74 persen.

Pasangan Isdianto-Suryani yang merupakan petahana dengan jargon INSANI, menempati peringkat ke dua dengan memperoleh dukungan sebanyak 280.160 suara atau sekitar 36,29 persen.

Sedangkan raihan suara untuk kabupaten/kota, pasangan AMAN unggul di 5 kabupaten/kota yakni Lingga, Anambas, Bintan, Natuna dan Tanjungpinang, sementara itu di Batam dan Karimun pasangan INSANI menggunguli dua paslon lainnya.

Sesaat setelah mengetahui hasil perolehan suara tersebut, saya benar-benar dibuat salut dan angkat topi dengan strategi politik yang dimainkan oleh Ketua Partai NasDem Kepri, H Muhammad Rudi.

Jauh hari sebelum Ansar-Marlin dipasangkan, saya masih ingat bagaimana HM Rudi menyampaikan, dia akan mengusung MARLIN sang isteri menjadi wakil gubernur, namun dengan syarat gubernurnya harus sosok yang berasal dari luar Batam. Sehingga pada akhirnya pilihan itu jatuh kepada Ansar Ahmad.

Sebelum menjatuhkan pilihan ke Ansar Ahmad, HM Rudi telah mengetahui bahwa dua paslon lain, yakni Soerya-Iman dan Isdianto-Suryani adalah representasi calon yang berasal dari Batam yang artinya mereka memiliki basis massa yang terkonsentrasi di Batam dan lebih fokus bertarung di Batam dengan jumlah pemilih terbanyak di Provinsi Kepri.

Isdianto sekalipun juga mengakar di Karimun, namun dengan label seorang petahana gubernur dan berdomisili di Batam, dia dapat disebut juga merupakan representasi calon yang berasal dari Batam.

Sehingga praktis, terdapat lima dari enam figur yang berlaga di Pilkada Kepri, merupakan representasi calon yang berasal dari Batam. Kelimanya yakni, Soerya, Iman, Isdianto, Suryani dan Marlin. Dan praktis hanya Ansar Ahmad yang murni sebagai sosok yang bukan representasi calon yang berasal dari Batam.

Terjadilah perang bintang di Batam, Marlin yang masih dianggap hijau dalam dunia politik dan hanya berlatar belakang seorang ibu rumah tangga dan banyak disebut mendompleng nama besar HM Rudi, dikeroyok oleh empat figur lainnya yang tingkat ketokohannya tidak diragukan lagi.

Jauh hari saya melihat, HM Rudi sudah memprediksi bahwa suara yang bakal didulangnya di pilwako Batam dengan paslon Rudi-Amsakar (RAMAH), tidak serta-merta hasilnya bakal linear dengan raihan suara AMAN. Ini terjadi, karena pemilih RAMAH, akan terbagi ke SINERGI dan INSANI. Ketokohan Soerya-Iman dengan PDIP dan Gerindranya serta kapasitas Isdianto-Suryani sebagai petahana akan membuat AMAN yang mengedepankan MARLIN AGUSTINA bakal keteteran.

Hasilnya dapat kita lihat, bahwa di Batam, INSANI dengan kolaborasi Isdianto-Suryani meraih suara 143.799, SINERGI dengan kolaborasi Soerya-Iman meraih 111.880 suara. Dan AMAN, dengan MARLIN sebagai goal getter untuk Batam, meraih 110.980 suara.

Secara hitungan matematis memang raihan suara AMAN di Batam, kalah dari dua pesaingnya. Namun secara politis, strategis dan personal suara AMAN di Batam, dengan lebih menonjolkan MARLIN sebagai goal getter, justru keluar sebagai pemenangnya.

Di saat paslon SINERGI dan INSANI menjadi representasi calon yang berasal dari Batam dan kesulitan untuk memainkan perannya pada wilayah di luar Batam, disinilah AMAN dengan sosok ANSAR AHMAD memainkan perannya.

ANSAR semakin leluasa menunjukkan kedigdayaannya untuk  meraih suara sebanyak-banyaknya pada wilayah di luar Batam. Sehingga hasilnya, seluruh wilayah di luar Batam, kecuali Karimun yang menjadi kampungnya ISDIANTO, disapu bersih oleh ANSAR.

Bahkan di Bintan yang menjadi kandangnya, AMAN dengan menonjolkan figur ANSAR, memperoleh menang besar. Dan kemenangan tersebut semakin lengkap dengan raihan suara signifikan di Kota Tanjungpinang yang saat ini memiliki wali kota Hj Rahma yang berasal dari kader Partai NasDem.

Saya melihat, disinilah jelinya seorang HM Rudi dalam memainkan strategi politiknya. HM Rudi, mampu mengekploitasi sosok ANSAR agar bisa lebih leluasa untuk meraih suara signifikan di luar Batam, di saat keterbatasan paslon lain untuk bisa merebut simpati pemilih di luar Batam.

Sebagai satu-satunya sosok yang murni berasal dari luar Batam, Ansar mampu memenuhi ekspekstasi HM Rudi untuk meraih suara signifikan di luar Batam. 

Bahkan, kemenangan paslon nomor urut dua di Batam dan Karimun dengan angka yang tidak terlalu berbeda jauh dengan paslon nomor urut tiga, tidak berarti banyak untuk memenangkan Paslon INSANI dalam kontestasi pilkada Kepri kali ini.

Sehingga, mindset banyak orang yang selama ini menyebut menguasai Batam dan Karimun berarti menjadi pemenang di Pilkada Kepri, menjadi terbantahkan. 

Disini saya melihat, HM Rudi berhasil memainkan strategi dan rencana politiknya dengan baik. Sehingga jika dilihat dari hitungan politis strategis dan personal, peraih suara terbanyak di Batam, justru adalah pasangan AMAN dengan MARLIN AGUSTINA.

Sehingga, analogi bahwa pemenang pertempuran, tidak serta merta menjadi pemenang peperangan, berlaku dalam pilkada Kepri kali ini. 

Sekali lagi saya mengatakan angkat topi dan salut dengan strategi jitu HM Rudi. Dan saya juga bangga dengan militansi serta kerja keras seluruh tim sukses, simpatisan serta partai pengusung dan pendukung paslon AMAN. Selamat buat ANSAR-MARLIN dan terimakasih untuk SINERGI dan INSANI karena kalian semua adalah putra-putri terbaik Kepri. ***