Mentan: Sektor Pertanian Tetap Bergerak di Tengah Pandemi Corona

Ahad, 27 September 2020

Mentan Syahrul Yasin Limpo Mengunjungi Gerai Pangan Tanjungpinang

 

TRANSKEPRI.COM.TANJUNGPINANG - Sampena Hari Tani Nasional 2020, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengunjungi Gerai Pangan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang, di Jalan Hang Lekir Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Sabtu,  (26/9). 

Kedatangan Menteri Pertanian Indonesia itu, disambut langsung oleh Walikota Tanjungpinang, Rahma, didampingi Sekretaris Daerah, Teguh Ahmad Syafari, Kepala DP3, Ahadi, camat, lurah, serta kelompok tani kota Tanjungpinang.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan di tengah pandemi virus corona, hampir seluruh profesi macet. Tetapi, sektor pertanian tidak boleh terhenti karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar manusia sehari-hari.

"Beli baju, perbaiki motor bisa di tunda, tapi kalau makanan, sayur, buah-buahan itu sudah menjadi kebutuhan pokok sehari-hari. Jadi, harus tetap produksi," ucap menteri. 

Syahrul mengatakan, pertanian itu bisa dilakukan di perkarangan rumah sendiri, misalnya menanam sayuran, bawang, atau timun. Hasilnya, bisa dipetik dalam masa 20 hari, satu dan dua bulan. 

"Asalkan di urus, ada air, ada keringat, pasti menghasilkan bagi kehidupan," ucapnya

Apalagi, Mentan melihat, Tanjungpinang masih banyak tanah kosong yang bisa dimanfaatkan untuk sektor pertanian. Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, sektor pertanian menjadi bisnis yang tetap berjalan. Bahkan, ada yang tetap ekspor. 

"Sektor pertanian mempunyai peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Nilai ekspor pertanian sepanjang Januari s.d. Juni mencapai Rp252 triliun," ungkapnya. 

Dalam sambutannya, Syahrul mengungkapkan, pihaknya bahagia melihat gerai pangan di kota Tanjungpinang. Ia berharap, gerai ini bisa tembus hingga pasar Singapore dan Malaysia. Pihaknya, akan terus mendukung perkembangan sektor pertanian di kota Tanjungpinang. 

Mendukung hal tersebut, Syahrul meminta wali kota, sekda, dan kepala dinas terkait untuk membuat perencanaan yang bagus dalam pengembangan sektor pertanian maupun peternakan di kota Tanjungpinang. 

"Saya akan bantu, tetapi harus dengan cara bisnis plan. Bisnis plan itu, diatur apa manfaatnya, di mana mau menjualnya. Diatur dulu, karena kalau di berikan gratis-gratis tidak pernah jadi lebih baik, hanya membuat manja," pungkasnya. 

Demikian pula, terkait koperasi, buat juga perencanaannya, nanti saya bicarakan dengan Menteri Koperasi. Sepanjang betul-betul diurus dengan jujur, tulus, ikhlas, dan harus berkeringat, pihaknya tetap mendukung," pinta Mentan, Syahrul. 

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang, Rahma mengatakan gerai pangan ini telah hadir di kota Tanjungpinang sejak 12 Desember lalu. Penjual di gerai pangan ini semuanya kelompok tani, bukan pedagang. 

"Ini syarat kita, yang bisa menjual di gerai ini hanya kelompok tani. Ini juga salah satu upaya kami, agar petani tidak tergantung dengan para tengkulak. Gerai ini pun gratis," jelas Rahma, kepada Mentan. 

Rahma mengatakan, untuk harga jual di gerai ini lebih murah dari harga di pasaran. Itulah bedanya pasar tani (gerai pangan) ini dengan pasar lainnya. Ia yakin, gerai pangan ini sudah menjadi awal menjadi sebuah pasar. Kedepan, gerai ini akan ramai dikunjungi pembeli. 

Rahma juga berharap, penjual di gerai pangan ini punya ciri khasnya, lihat saja, bapak ibu semua memakai topi petani. Saya minta, bukan hanya ada kunjungan bapak Mentan saja, tapi terus di pakai selama berjualan. 

"Saya yakin, gerai ini akan ramai dikunjungi pembeli. Contoh, pasar bincen itu, dulunya sepi. Sekarang sudah ramai. Yang penting, bapak ibu sabar. Kita mulai sesuatu yang kecil untuk menghasilkan hal yang besar," tutup Rahma. 

Acara juga dirangkai dengan penandatanganan prasasti gerai pangan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Mentan juga meninjau hasil pertanian para petani kota Tanjungpinang. (r/mad)