Perlu Pendidikan Vokasi Bagi Anak Putus Sekolah

Ahad, 06 September 2020

Ansar Ahmad Calon Gubernur Kepri

TRANSKEPRI.COM.BATAM,- Tidak sedikit jumlah anak di Kepulauan Riau tidak mampu melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.  Karena keterbatasan ekonomi orang tuanya,  mereka hanya tamat sekolah setingkat SLTA atau SMK. 

Untuk bisa langsung bekerja mereka belum dibekali ketrampilan yang cukup. Karena itu nasib mereka harus  dipikirkan secara serius. Pemerintah daerah harus membuat kebijakan agar bagaimana mereka bisa menikmati jenjang pendidikan tinggi dengan ketrampilan cukup.

Demikian dikatakan Calon Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad SE MM, ketika menggelar silaturahmi dengan masyarakat Baloi Kota Batam, Sabtu 5 September 2020. 

Salah satu kebijakan yang bisa membantu anak-anak tersebut, kata Ansar, adalah pendidikan vokasi yang dibantu oleh pemerintah.

Menurutnya, pendidikan vokasi adalah pendidikan tinggi yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu, meliputi program pendidikan Diploma (diploma 1, diploma 2, diploma 3 dan diploma 4) yang setara dengan program pendidikan akademik strata 1. Lulusan pendidikan vokasi akan mendapatkan gelar vokasi/gelar ahli madya. 

"Mereka yang lulus langsung terserap dalam dunia kerja. Mereka sudah terbekali kemampuan dan keahlian yang cukup," kata Ansar.

Pemerintah daerah, menurutnya, tidak perlu khawatir soal anggaran untuk program pendidikan vokasi.

 "Kalau sedikit berhemat kita bisa. Dulu Pemkab Bintan juga mengalami hal yang sama. Tetapi karena tekad kuat, program itu bisa kita laksanakan. Sekarang sudah ribuan anak yang berhasil lulus dari program vokasi melalui Sekolah Tinggi Sahid Bintan dan sudah bekerja di berbagai hotel berbintang, kapal pesiar dan resort mewah di berbagai negara," jelas Ansar.

Ansar mengisahkan, suatu hari ada seorang nenek-nenek yang memeluknya sambil menangis. Nenek tersebut sambil berlinang air mata mengucapkan terima kasih karena anaknya berhasil bekerja di sebuah kapal pesiar mewah di luar negeri. Nenek tersebut dari Pulau Tenggel di Kabupaten Bintan. 

"Mereka tidak menyangka anak pulau bisa bekerja di kapal pesiar mewah di luar negeri. Itu salah satu dari keberhasilan program pendidikan vokasi. Alangkah bahagianya seorang pemimpin kalau bisa memberikan solusi atas masalah yang dihadapi masyarakatnya," tuturnya.

Ansar berharap masyarakat Kepri tetap optimis. Situasi sesulit apa pun kalau pemerintah punya kepedulian yang tinggi, selalu ada jalan keluar untuk penyelesaian. 

"Karena itu semangat harus terus dipupuk untuk Kepri ke depan yang lebih baik," tutupnya. (mad)