Bank Sentral Eropa Kucurkan US$ 1,5 T Untuk Pemulihan Ekonomi

Senin, 08 Juni 2020

TRANSKEPRI.COM.JAKARTA- Wabah virus corona di belahan dunia telah menekan sektor perekonomian. Eropa adalah salah satu negara yang mengalami tekanan paling kuat dan membutuhkan stimulus untuk kembali ke kondisi yang baik.

Mengutip CNN untuk meminimalisir dampak tersebut, Bank Sentral Eropa meningkatkan stimulus dengan membeli obligasi besar-besaran. Saat ini bank sentral sudah berkomitmen untuk membeli sekitar US$ 1,5 triliun obligasi pemerintah. Angka ini naik US$ 675 miliar dari prakiraan sebelumnya.

Presiden ECB Christine Lagarde mengungkapkan kombinasi kebijakan fiskal dan moneter ini diharapkan bisa menjadi obat yang mujarab untuk pemulihan ekonomi Eropa.

Pasar merespons positif double kebijakan tersebut ditandai dengan menguatnya Euro 0,6% terhadap dolar AS. Namun kalangan ekonom memperingatkan meskipun ada kebijakan lanjutan saat ini ketidakpastian masih membayangi.

Kepala ekonom ING Carsten Brzeski mengungkapkan keputusan ECB untuk meningkatkan pembelian obligasi ini dilihat pasar sebagai langkah penting untuk menjaga peredaran uang di Eropa. Menurut dia ini juga memberikan dukungan untuk Italia yang kondisi utangnya sangat tertekan.


Dia mengungkapkan ekonomi Eropa memang akan berkontraksi akibat COVID-19 ini. Bahkan diproyeksi bisa kontraksi 7,75% hingga 8,7% tahun ini. Angka-angka ini belum pernah dialami sebelumnya. Upaya stimulus yang digelontorkan oleh bank sentral diharapkan bisa menopang perekonomian.

Jerman dan Prancis telah bekerja sama dengan mengumpulkan US$ 846 miliar untuk membantu negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa yang paling menderita akibat pandemi ini.(007)