
Film UNIFORM: Cinta di Balik Seragam Angkat Pesona Batam, Siap Tayang 22 Oktober 2026
TRANSKEPRI.COM, BATAM – Kota Batam bersiap tampil di layar lebar melalui film Indonesia berjudul UNIFORM: Cinta di Balik Seragam. Mengambil lokasi syuting di Kota Batam, film bergenre drama kriminal romantis ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.
Kehadiran film produksi PT JAS Films International yang berkolaborasi dengan Rancezz Entertainment tersebut tidak hanya menghadirkan kisah cinta, tugas, dan pengorbanan di balik kehidupan aparat kepolisian, tetapi juga membuka peluang promosi pariwisata Batam melalui industri perfilman.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menyambut positif produksi film yang menjadikan Batam sebagai lokasi pengambilan gambar. Menurutnya, industri kreatif, khususnya perfilman, memiliki potensi besar untuk memperkenalkan daya tarik suatu daerah kepada masyarakat luas.
“Sebagai salah satu dari 17 subsektor ekonomi kreatif, film merupakan media promosi yang efektif karena mampu memperkenalkan sebuah daerah melalui cerita, visual, dan pengalaman yang ditampilkan di layar lebar. Kami berharap UNIFORM: Cinta di Balik Seragam dapat semakin mengenalkan Kota Batam kepada masyarakat Indonesia sekaligus mendorong minat wisatawan untuk datang dan melihat langsung berbagai destinasi yang ada di Batam,” ujar Ardiwinata.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Batam melalui Disbudpar terus mendorong pengembangan pariwisata yang bersinergi dengan industri kreatif. Produksi film dinilai berpotensi memberikan dampak positif, mulai dari promosi destinasi wisata, keterlibatan pelaku seni lokal, hingga terbukanya peluang ekonomi bagi masyarakat.
Menurut Ardiwinata, daya tarik Batam tidak hanya terletak pada wisata belanja, kuliner, dan bahari, tetapi juga lanskap perkotaan serta beragam lokasi yang berpotensi mendukung kegiatan produksi kreatif.
“Potensi Batam tidak hanya terletak pada wisata belanja, kuliner, dan baharinya, tetapi juga pada lanskap perkotaan serta beragam lokasi yang dapat mendukung kebutuhan produksi kreatif. Kami berharap semakin banyak pelaku industri kreatif yang menjadikan Batam sebagai lokasi berkarya,” lanjutnya.
Kisah Cinta, Misteri, dan Pengungkapan Sindikat Kriminal
Film UNIFORM: Cinta di Balik Seragam disutradarai Joseph Selvakumar, dengan Deepak Annathurai sebagai produser sekaligus penulis skenario. Film ini dibintangi Yama Carlos, Kevin Fulky, dan Alin Fauziah, bersama sejumlah pemeran lainnya.
Cerita berpusat pada Jason, seorang perwira muda yang harus menghadapi kenyataan pahit setelah kekasihnya, Lara, meninggal dunia dalam peristiwa yang diduga sebagai kecelakaan.
Namun, sejumlah kejanggalan membuat Jason mempertanyakan penyebab kematian Lara. Ia kemudian meminta bantuan komandannya untuk mengungkap kebenaran di balik peristiwa tersebut.
Penyelidikan itu justru membawanya pada serangkaian fakta yang berkaitan dengan sindikat kriminal. Di tengah upaya mencari kebenaran, Jason harus menghadapi konflik yang menguji kesetiaan, keberanian, dan pengorbanannya.
Mengusung semangat Love, Duty, Sacrifice atau cinta, tugas, dan pengorbanan, film ini memadukan konflik emosional dengan misteri kriminal yang menjadi penggerak cerita.
Film berdurasi 101 menit tersebut diklasifikasikan untuk penonton berusia 13 tahun ke atas oleh Lembaga Sensor Film.
Trailer dan Pratinjau Digelar di Batam
Sebelum penayangan reguler di bioskop, peluncuran trailer resmi dan pemutaran pratinjau eksklusif UNIFORM: Cinta di Balik Seragam dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (10/10/2026) pukul 16.00 WIB di Cinepolis K Square Mall, Batam.
Agenda tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan film kepada publik sekaligus menyoroti keterlibatan Kota Batam sebagai salah satu lokasi produksi.
Pemanfaatan lokasi daerah dalam sebuah film juga berpotensi mendorong fenomena film-induced tourism, yakni ketertarikan wisatawan untuk mengunjungi tempat-tempat yang mereka lihat melalui tayangan film.
Dengan demikian, kehadiran UNIFORM: Cinta di Balik Seragam diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi promosi pariwisata Batam, sekaligus memperluas peluang bagi pelaku industri kreatif dan talenta lokal untuk terlibat dalam produksi perfilman.
Pemerintah Kota Batam melalui Disbudpar berharap kolaborasi antara sektor pariwisata dan industri kreatif terus berkembang. Dengan potensi yang dimiliki, Batam diharapkan semakin dikenal bukan hanya sebagai kota industri dan perdagangan, tetapi juga sebagai destinasi wisata serta ruang berkarya bagi insan perfilman Indonesia.