Menteri Nusron Tekankan Transformasi Layanan ATR/BPN Jadi Cara Kerja Sehari-hari

Kamis, 24 September 2026

Menteri Nusron Tekankan Transformasi Layanan ATR/BPN Jadi Cara Kerja Sehari-hari

TRANSKEPRI.COM, JAKARTA – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memperingati Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) 2026 dengan memperkuat komitmen menghadirkan layanan pertanahan yang semakin pasti, mudah, dan dekat dengan masyarakat.

Peringatan yang berlangsung Kamis (24/9/2026) tersebut bertepatan dengan 66 tahun berlakunya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA). Tahun ini, HANTARU mengusung tema “Transformasi, Melayani Lebih Pasti”.

Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid mengatakan, momentum HANTARU 2026 harus menjadi pengingat bagi seluruh jajaran agar transformasi pelayanan tidak berhenti sebagai program, tetapi diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.

“Mari kita jadikan momentum HANTARU 2026 ini sebagai pendorong untuk terus memperkuat komitmen pengabdian kita kepada bangsa dan negara. Transformasi, Melayani Lebih Pasti harus menjadi cara kerja kita sehari-hari,” ujar Nusron saat menjadi inspektur Upacara Peringatan HANTARU 2026 di Kementerian ATR/BPN, Jakarta.

Dalam amanatnya, Nusron menjelaskan bahwa transformasi yang dilakukan Kementerian ATR/BPN diarahkan untuk memberikan kepastian hukum sekaligus meningkatkan kepuasan masyarakat.

Ia meminta seluruh jajaran, baik di tingkat pusat maupun daerah, memastikan setiap perubahan kebijakan, organisasi, teknologi, dan sistem pelayanan memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Setiap perubahan kebijakan, organisasi, teknologi, dan sistem pelayanan benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tuturnya.

Nusron juga menekankan pentingnya penerapan standar waktu pelayanan secara transparan. Menurutnya, setiap proses birokrasi harus dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel.

Selain itu, ia meminta penanganan sengketa dan konflik pertanahan dilakukan secara serius dengan tetap berpedoman pada hukum.

“Pastikan setiap proses birokrasi wajib dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel, dan setiap sengketa dan konflik pertanahan ditangani dengan kesungguhan, ketegasan, dan keberanian, dengan tetap berpijak pada kebenaran dan hukum,” tegasnya.

Tiga Transformasi Layanan

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan, Kementerian ATR/BPN telah meluncurkan Tiga Transformasi Layanan dan Organisasi pada 17 Agustus 2026.

Ketiga transformasi tersebut meliputi layanan Pengukuran Terjadwal, Peralihan Hak Terintegrasi (PERINTIS) 10 Hari, serta Organisasi Berbasis Kewilayahan.

Layanan Pengukuran Terjadwal kini telah diterapkan di 465 Kantor Pertanahan (Kantah), atau sekitar 96,3 persen dari seluruh Kantah di Indonesia. Layanan tersebut menetapkan standar waktu penyelesaian Peta Bidang Tanah (PBT) maksimal 12 hari.

Sementara itu, layanan PERINTIS menargetkan penyelesaian proses peralihan hak maksimal 10 hari. Pada momentum HANTARU 2026, penerapan layanan tersebut diperluas hingga 109 Kantah.

Transformasi juga dilakukan melalui perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Kantah. Pendekatan yang sebelumnya bersifat tematik diarahkan menjadi berbasis kewilayahan.

Setelah diterapkan pada 10 Kantah dalam tahap pertama, perubahan SOTK tersebut dilanjutkan pada tahap kedua dengan penerapan di 50 Kantah.

Dikaitkan dengan Reforma Agraria

Menutup amanatnya, Menteri Nusron mengaitkan momentum HANTARU 2026 dengan semangat Reforma Agraria yang bertujuan mendorong kemajuan dan keadilan bagi masyarakat.

“Semangat Reforma Agraria adalah semangat kita untuk maju bersama dan untuk berkeadilan lebih baik. Selamat memperingati HANTARU 2026,” pungkas Nusron.

Upacara Peringatan HANTARU 2026 turut dihadiri Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan, para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama, serta jajaran Kementerian ATR/BPN.

Rangkaian upacara meliputi pembacaan sejarah Kementerian ATR/BPN, pengibaran Pataka Kementerian ATR/BPN dan Bendera Merah Putih, pembacaan Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars Kementerian ATR/BPN, hingga pemotongan tumpeng oleh Menteri Nusron.