Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung 2028

Kamis, 24 September 2026

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra,

TRANSKEPRI.COM, BATAM – Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih resmi dimulai di kawasan Rempang, Batam, Kepulauan Riau. Prosesi groundbreaking sekaligus pemasangan tiang pancang perdana digelar pada Kamis (24/9/2026).

Sekolah yang dibangun di atas lahan seluas 18,5 hektare tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda, khususnya anak-anak di wilayah Rempang dan Galang.

Pembangunan fasilitas pendidikan ini dilaksanakan oleh Yayasan Sekolah Merah Putih. Sekolah dirancang sebagai lembaga pendidikan terpadu yang mencakup jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan peserta didik nantinya dapat menempuh pendidikan tanpa dipungut biaya. Kesempatan tersebut ditujukan bagi anak-anak berprestasi dan keluarga prasejahtera, termasuk putra-putri dari Rempang dan Galang.

“Kami harapkan kehadiran sekolah terpadu pertama di Batam ini dapat menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak. Bukan hanya untuk belajar, tetapi juga untuk membangun karakter, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan mereka menghadapi masa depan,” ujar Amsakar.

Ia menyebut pembangunan sarana dan prasarana Sekolah Terintegrasi Merah Putih ditargetkan dapat rampung pada akhir 2028.

Menurutnya, pembangunan sektor pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga keluarga dan masyarakat secara luas.

“Anak-anak berprestasi, anak-anak dari keluarga prasejahtera, termasuk putra-putri Rempang dan Galang, akan mendapatkan ruang dan kesempatan untuk menempuh pendidikan di sini. Oleh sebab itu, manfaatkan peluang ini agar SDM Indonesia, khususnya Batam, bisa lebih unggul dan memiliki kompetensi yang baik,” katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan Sekolah Terintegrasi Merah Putih akan dilengkapi berbagai sarana dan prasarana pendidikan.

Tidak hanya fasilitas penunjang pembelajaran, sekolah tersebut juga akan memiliki asrama bagi peserta didik. Konsep ini dirancang untuk menghadirkan lingkungan pendidikan terpadu yang memungkinkan siswa belajar sekaligus tinggal di lingkungan sekolah selama menjalani pendidikan.

Li Claudia berharap pembangunan sekolah tersebut dapat membuka peluang lebih besar bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan mewujudkan cita-cita mereka.

“Kami berharap kehadiran sekolah ini dapat memberikan manfaat jangka panjang dalam memperkuat ekosistem pendidikan di Batam dan menjadikan Rempang sebagai salah satu pusat pendidikan terpadu yang memberikan manfaat bagi anak-anak, khususnya generasi muda Rempang dan Galang,” ujar Li Claudia.

Dengan dimulainya pembangunan tersebut, Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang diharapkan menjadi salah satu fondasi penguatan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda di wilayah Batam, khususnya Rempang dan Galang.