Hari ke-15, Tim Gabungan Masih Berjibaku Padamkan Karhutla di Resun Pesisir Lingga

Senin, 21 September 2026

Hari ke-15, Tim Gabungan Masih Berjibaku Padamkan Karhutla di Resun Pesisir Lingga

TRANSKEPRI.COM, LINGGA – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Resun Pesisir, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, masih terus dilakukan. Memasuki hari ke-15, personel Polsek Daik Lingga bersama BKO Brimobda Polda Kepri dan masyarakat kembali berjibaku memadamkan titik api, Sabtu (19/9/2026).

Tim gabungan mulai bergerak sekitar pukul 10.00 WIB menuju lokasi kebakaran dengan membawa sejumlah peralatan pemadaman. Sekitar pukul 10.45 WIB, personel tiba di lokasi dan langsung menyusuri area menuju titik api.

Selain melakukan pemadaman, tim juga membuat jalur pemutus api untuk mencegah kobaran menyebar ke area lainnya.

Proses pemadaman dilakukan menggunakan mesin pompa air atau robin yang dicampur dengan bahan pemadam khusus. Karena jarak sumber air cukup jauh dari titik kebakaran, tim membuat satu titik tandon air untuk memudahkan distribusi air menuju lokasi.

Masyarakat Desa Resun Pesisir turut membantu dengan membuka dan membuat akses jalan menuju lokasi kebakaran. Akses tersebut diperlukan untuk mempermudah mobilisasi personel dan peralatan pemadaman.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak lima personel Polsek Daik Lingga, 20 personel BKO Brimobda Kepulauan Riau dan empat warga Desa Resun Pesisir terlibat dalam penanganan Karhutla.

Hingga sekitar pukul 21.00 WIB, tim gabungan kembali ke lokasi awal setelah menyelesaikan rangkaian pemadaman dan penanganan titik api.

Selain pemadaman, personel Polri juga melakukan pengecekan dan monitoring lokasi, pengumpulan bahan keterangan (pulbaket), serta berkoordinasi dengan Kepala Desa Resun Pesisir terkait perkembangan situasi Karhutla.

Masih Ada Bara dan Titik Mengeluarkan Asap

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kebakaran belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Sejumlah titik masih mengeluarkan asap dan menyisakan bara api.

Kondisi ini dipengaruhi karakteristik lahan yang terbakar, berupa tanah gambut dan rawa kering. Di sekitar lokasi juga terdapat sejumlah pohon besar yang telah lapuk sehingga berpotensi membuat api kembali menyala.

Tim gabungan menghadapi sejumlah kendala dalam proses pemadaman, mulai dari sulitnya mendapatkan sumber air, keterbatasan peralatan, hingga kondisi cuaca panas dan angin yang dapat mempercepat penyebaran api.

Selain itu, titik api yang tersebar di beberapa lokasi membuat proses pemadaman harus dilakukan secara bertahap.

Berdasarkan pendataan sementara, Karhutla yang terjadi sejak 5 September 2026 tersebut diperkirakan telah meluas hingga sekitar 28 hektare. Sementara area yang telah berhasil ditangani dan dipadamkan diperkirakan mencapai sekitar 27 hektare.

Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Adapun kerugian materiil masih dalam proses pendataan.

Tim gabungan dijadwalkan kembali melanjutkan pemadaman dan monitoring pada Minggu (20/9/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan titik api dapat ditangani sekaligus mencegah penyebaran maupun munculnya kembali titik api.

Polres Lingga juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

“Polri Untuk Masyarakat.”