Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid, General Cargo Batu Ampar Tembus 102 Persen Target

Jumat, 18 September 2026

Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid, General Cargo Batu Ampar Tembus 102 Persen Target

TRANSKEPRI.COM, BATAM - Kinerja sektor kepelabuhanan Batam menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Sejumlah indikator utama mencatat kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, seiring menguatnya aktivitas logistik dan mobilitas penumpang.

Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam mencatat penerimaan sektor kepelabuhanan hingga Agustus 2026 mencapai Rp303,14 miliar.

Sementara itu, arus peti kemas tercatat sebanyak 542.927 TEUs atau tumbuh 8,2 persen secara tahunan (YoY). Aktivitas bongkar muat general cargo juga meningkat 8 persen menjadi 8.174.446 ton.

Dari sisi mobilitas penumpang, jumlah penumpang yang menggunakan layanan pelabuhan mencapai 6.718.075 orang atau tumbuh 8,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian menonjol terjadi di Terminal Umum Batu Ampar. Hingga Agustus 2026, realisasi bongkar muat general cargo di terminal tersebut mencapai 1.376.034 ton atau setara 102 persen dari target tahunan.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan, pertumbuhan sektor kepelabuhanan menjadi salah satu indikator penting dalam menopang aktivitas ekonomi dan investasi di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam.

Menurutnya, peningkatan arus logistik dan mobilitas penumpang menunjukkan aktivitas perdagangan serta konektivitas Batam terus bergerak positif.

"Pertumbuhan yang konsisten di sektor logistik dan kepelabuhanan hingga Agustus 2026 ini merupakan sinyal kuat bahwa denyut perekonomian dan iklim investasi Batam terus bergairah. Pelabuhan adalah urat nadi perdagangan Batam," ujar Amsakar.

Ia menegaskan, BP Batam akan terus mendorong modernisasi infrastruktur, elektrifikasi peralatan bongkar muat, serta digitalisasi layanan dan proses logistik.

Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi Pelabuhan Batam sebagai transshipment hub sekaligus simpul logistik internasional di kawasan Selat Malaka.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menambahkan, peningkatan kinerja kepelabuhanan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada pelaku usaha dan masyarakat.

Hingga Agustus 2026, lalu lintas penumpang domestik dan internasional tercatat mencapai 6.718.075 orang. Sementara kunjungan kapal barang dan penumpang mencapai 73.230 call atau tumbuh 1 persen secara tahunan.

"Tingginya mobilitas penumpang laut yang menembus 6,7 juta orang dan aktivitas logistik yang kian padat menuntut peningkatan mutu pelayanan publik di seluruh terminal. BP Batam terus mempererat sinergi dengan unsur CIQP serta para asosiasi maritim agar seluruh proses kepelabuhanan berjalan makin cepat, terukur, dan akuntabel," kata Li Claudia.

Di sisi lain, Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Denny Tondano mengapresiasi capaian unit bisnis kepelabuhanan yang dinilai mencerminkan penguatan tata kelola sekaligus optimalisasi aset.

Menurut Denny, realisasi general cargo Terminal Umum Batu Ampar yang telah melampaui target tahunan serta capaian arus peti kemas menjadi bagian dari kinerja yang terus dipantau hingga akhir 2026.

"Kinerja positif yang melampaui 100 persen pada komoditas general cargo di Batu Ampar serta realisasi peti kemas yang on track membuktikan efektivitas transformasi tata kelola bisnis di lingkungan pengusahaan," ujarnya.

Denny mengatakan, melalui penguatan Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan, BP Batam memastikan aset kepelabuhanan dapat dioptimalkan secara komersial dengan menerapkan tata kelola yang transparan dan profesional.

Sementara itu, Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam Benny Syahroni menjelaskan, penerimaan sektor kepelabuhanan hingga akhir Agustus 2026 mencapai Rp303,14 miliar atau 61,85 persen dari target tahunan sebesar Rp490,15 miliar.

Menurut Benny, capaian tersebut masih berada dalam koridor target dan diproyeksikan mengalami akselerasi pada kuartal IV 2026.

Dari sisi arus barang, volume peti kemas yang ditangani mencapai 542.927 TEUs atau tumbuh 8,2 persen secara tahunan. Realisasi tersebut setara 72 persen dari target tahunan sebesar 750.000 TEUs.

Sedangkan total bongkar muat general cargo mencapai 8.174.446 ton atau meningkat 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Capaian istimewa diraih Terminal Umum Batu Ampar yang telah melampaui target tahunan dengan realisasi 1.376.034 ton atau mencapai 102 persen, sedangkan Terminal Umum Curah Cair Kabil mencatatkan realisasi 2.792.750 ton atau 80 persen dari target," jelas Benny.

Dengan capaian tersebut, BP Batam akan melanjutkan penguatan sektor kepelabuhanan melalui peningkatan kapasitas layanan, optimalisasi aset, modernisasi fasilitas, serta penguatan kolaborasi antarlembaga.

Upaya tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat daya saing Pelabuhan Batam sekaligus mendukung kelancaran arus perdagangan, logistik dan pertumbuhan ekonomi di kawasan.