IODI Batam Gelar Pelatihan Ballroom Standard dan Latin, Persiapkan Atlet Berprestasi

Sabtu, 19 September 2026

Foto Bersama KONI Batam, IODI Kota Batam, IODI Kepri bersama Peserta Pelatihan

TRANSKEPRI.COM, BATAM - Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Kota Batam menggelar pelatihan dan sosialisasi Ballroom Standard dan Latin di Aula Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Batam, Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan yang mengusung moto "Dance Together for a Better Generation" tersebut berlangsung selama dua hari, 19-20 September 2026.

Pelatihan ini diikuti sekitar 55 peserta yang berasal dari sejumlah sanggar di Kota Batam, Tanjungpinang dan Bintan. Turut hadir jajaran KONI Batam, Ketua IODI Kepri Asmaniar Susanti, Ketua IODI Batam Danasmara Abipraya, serta perwakilan sanggar dancesport.

Pelatihan menghadirkan Kabid Binpres IODI Pusat, Kho Hui Tju, sebagai pemateri sekaligus juri dancesport tingkat daerah dan nasional.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dasar Ballroom Standard yang meliputi waltz, tango, quickstep, foxtrot dan viennese waltz. Sementara untuk kategori Latin, materi yang diberikan meliputi cha-cha, jive, rumba, samba dan paso doble.

Ketua IODI Batam Danasmara Abipraya mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja organisasi sekaligus upaya meningkatkan pembinaan dan kualitas atlet dancesport di Kota Batam.

"Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya kita membina sekaligus membangun karakter atlet-atlet yang ada di bawah naungan IODI Kota Batam," ujarnya.

Menurut Danasmara, pelaksanaan kegiatan tersebut sebelumnya telah disepakati dalam rapat bersama klub dan sanggar yang berada di bawah naungan IODI Kota Batam.

Ia menyampaikan apresiasi kepada KONI Batam, Dispora Batam dan seluruh pihak yang selama ini mendukung program pembinaan IODI Batam.

Danasmara juga menyambut kehadiran sanggar dari luar daerah, di antaranya Sanggar Gantari Nawasena, Sanggar Intan Payung dan Sanggar Malay Nusantara dari Tanjungpinang.

"Kami berharap ke depan kita selalu bersinergi dan menyatukan visi untuk memajukan olahraga dancesport. Perkembangan dunia olahraga harus kita ikuti dan adaptasikan," katanya.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat menambah wawasan dan kemampuan para atlet maupun sanggar, sehingga nantinya mampu melahirkan atlet-atlet terbaik untuk mengikuti berbagai kejuaraan, termasuk babak kualifikasi PON dan PON.

Danasmara juga mengingatkan pentingnya dukungan orang tua dalam proses pembinaan atlet.

"Orang tua atlet juga memiliki peran penting dalam mendukung anak-anaknya untuk membangun dan membina prestasi olahraga di Kota Batam," ujarnya.

IODI Kota Batam sendiri memiliki catatan prestasi di ajang nasional. Pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, atlet IODI Kota Batam berhasil menyumbangkan satu medali emas dan satu medali perunggu untuk kategori dancesport.

Capaian tersebut menjadi motivasi bagi IODI Batam untuk terus melakukan pembinaan dan mencetak atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Batam Rani Rafitriyani yang diwakili Slamet menyampaikan dukungan terhadap program pembinaan atlet IODI Batam.

Ia mengatakan, IODI Batam telah menunjukkan prestasi membanggakan di tingkat nasional, termasuk melalui raihan medali pada PON Aceh-Sumut.

"Kami mendukung program pengembangan atlet IODI, khususnya Kota Batam. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan semakin banyak sanggar yang menguasai materi dan dapat mengaplikasikannya di daerah masing-masing, termasuk Tanjungpinang dan Bintan," katanya.

Ketua IODI Kepri Asmaniar Susanti juga memberikan motivasi kepada para peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh.

Ia mengingatkan peserta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut guna meningkatkan kemampuan, khususnya dalam memahami dasar-dasar dancesport.

"Jadikan hobi menjadi prestasi. Jangan cepat putus asa dan jangan cepat bangga. Seorang atlet dituntut memiliki semangat dan kemauan untuk terus berkembang," ujarnya.

Asmaniar juga menekankan pentingnya kedisiplinan dalam latihan. Menurutnya, kemampuan atlet tidak hanya dibangun melalui pelatihan formal, tetapi juga melalui latihan mandiri secara konsisten.

Dalam kesempatan tersebut, Asmaniar secara resmi membuka pelatihan dan sosialisasi Ballroom Standard dan Latin IODI Kota Batam 2026.

Pembukaan dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan sanggar dari Batam, Tanjungpinang dan Bintan.

Selanjutnya, peserta mengikuti sesi pelatihan yang dipandu langsung oleh Kho Hui Tju. Para peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai karakteristik Ballroom Standard dan Latin, teknik dasar, postur, serta gerakan yang menjadi bagian penting dalam dancesport.

Melalui kegiatan ini, IODI Batam berharap pembinaan atlet dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga mampu melahirkan generasi baru dancesport yang memiliki kemampuan, karakter dan prestasi di tingkat daerah maupun nasional.