BP Batam Bidik Investasi Jepang, Perkuat Posisi Batam sebagai Destinasi Industri Strategis

Sabtu, 05 September 2026

BP Batam Bidik Investasi Jepang, Perkuat Posisi Batam sebagai Destinasi Industri Strategis

TRANSKEPRI.COM, BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat posisi Batam sebagai salah satu destinasi investasi strategis yang semakin diperhitungkan perusahaan Jepang.

Langkah tersebut dilakukan dengan memperkuat sinergi bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Tokyo, dan Bank BNI Tokyo. Kolaborasi ini diarahkan untuk meningkatkan promosi potensi Batam sekaligus membuka akses investasi baru dari Jepang.

Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan yang berlangsung Kamis (3/9/2026). Dalam kesempatan itu, BP Batam memaparkan perkembangan ekonomi dan industri Batam, sekaligus menawarkan berbagai peluang investasi serta kesiapan kawasan bagi perusahaan Jepang yang ingin mengembangkan usahanya di Indonesia.

Jepang sendiri memiliki posisi penting dalam peta investasi Batam. Berdasarkan realisasi investasi Triwulan I 2026, Jepang masuk dalam lima besar negara investor Penanaman Modal Asing (PMA) di Batam.

Pada periode tersebut, total realisasi investasi Batam mencapai Rp17,4 triliun. Nilai itu terdiri atas PMA sebesar Rp8,8 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp8,5 triliun.

Sementara hingga Semester I 2026, total investasi Batam telah mencapai Rp38,97 triliun.

Kehadiran perusahaan Jepang di Batam juga telah tersebar di berbagai sektor strategis, mulai dari elektronik dan kelistrikan, komponen otomotif, manufaktur industri hingga industri kimia.

Sejumlah perusahaan Jepang yang telah beroperasi di Batam di antaranya PT Epson Batam, PT Yokogawa Manufacturing Batam, PT Sumitomo Wiring Systems Batam Indonesia, PT SIIX Electronics Indonesia, PT Rubycon Indonesia, PT Patlite Indonesia, PT Shimano Batam, PT NOK Precision Component Batam dan PT Nissin Kogyo Batam.

Keberadaan perusahaan-perusahaan tersebut menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan investor Jepang. Pengalaman perusahaan Jepang yang telah beroperasi di Batam diharapkan dapat menjadi referensi bagi calon investor lain yang tengah mempertimbangkan lokasi investasi di Indonesia.

BP Batam Dorong Lebih Banyak Investor Jepang

Dalam pertemuan tersebut, BP Batam juga meminta dukungan KBRI Tokyo, IIPC Tokyo dan BNI Tokyo untuk mendorong semakin banyak perusahaan Jepang melihat Batam sebagai salah satu destinasi investasi strategis.

Batam memiliki sejumlah keunggulan yang dinilai mampu meningkatkan daya tarik investasi, mulai dari lokasi yang berdekatan dengan Singapura dan kawasan pasar Asia, dukungan infrastruktur yang terus dikembangkan, hingga kemudahan dalam proses investasi.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan perusahaan Jepang dikenal sangat detail dalam menentukan lokasi investasi. Karena itu, informasi yang lengkap mengenai kesiapan kawasan menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan investor.

“Perusahaan Jepang dikenal sangat detail dalam menentukan kawasan untuk investasinya. Karena itu, informasi yang komprehensif mengenai kawasan, kesiapan infrastruktur, kepastian proses perizinan dan kemudahan berusaha menjadi sangat penting,” ujar Ariastuty.

Menurutnya, kepastian dan kemudahan perizinan investasi yang berada dalam kewenangan BP Batam menjadi salah satu daya tarik bagi investor Jepang.

Dengan proses yang lebih terintegrasi serta dukungan terhadap kebutuhan investor, Batam dinilai memiliki peluang besar untuk semakin memperkuat posisinya sebagai kawasan investasi pilihan bagi perusahaan Jepang.

BP Batam berharap sinergi dengan KBRI Tokyo, IIPC Tokyo dan BNI Tokyo tidak hanya memperluas penyebaran informasi mengenai potensi investasi Batam, tetapi juga mampu membuka peluang investasi baru secara konkret.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong lebih banyak perusahaan Jepang untuk mengembangkan kegiatan usaha dan industrinya di Batam.

“Kami ingin perusahaan Jepang tidak hanya mengenal Batam sebagai bagian dari Indonesia, tetapi melihat Batam sebagai kawasan yang siap menerima dan mendukung pengembangan investasi mereka,” pungkas Ariastuty.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Pengendalian Investasi Yani Alkindi, Direktur Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hadjad Widagdo, serta Kepala Biro Keuangan Siswanto.