Atlet Taekwondo 3 Negara Bertarung di Batam International Taekwondo Championship 2026

Jumat, 04 September 2026

Atlet Taekwondo 3 Negara Bertarung di Batam International Taekwondo Championship 2026

TRANSKEPRI.COM, BATAM – Kejuaraan Batam International Taekwondo Championship 2026 resmi digelar di Hotel Pacific Palace Batam, Jumat (4/9/2026). Kejuaraan internasional ini menjadi ajang kompetisi sekaligus pembinaan atlet taekwondo dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.

Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, 4–5 September 2026, tersebut diikuti sebanyak 562 atlet. Para peserta berasal dari sejumlah daerah di Indonesia, di antaranya DKI Jakarta, Jambi, Riau, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Tengah, Aceh, Kalimantan Timur, Jawa Barat, dan Kepulauan Riau.

Sementara dari luar negeri, kejuaraan ini turut diikuti atlet dari Malaysia dan Singapura.

Adapun nomor yang dipertandingkan meliputi Kyorugi dan Poomsae dengan kategori Super Kid, Pra-Cadet, Cadet, Junior, Senior, hingga Master.

Pembukaan kejuaraan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura, perwakilan KONI Pusat, Ketua KONI Kepri Usep RS, DPRD Kepri, Polda Kepri, Polresta Barelang, Kadispora Kepri, Dinas Pariwisata Kota Batam, Asisten I Pemko Batam, KONI Batam, OPD, serta unsur Forkopimda.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengatakan, penyelenggaraan Batam International Taekwondo Championship 2026 bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan membangun prestasi olahraga.

“Hubungan kebersamaan yang kokoh menjadi modal sosial paling berharga bagi kemajuan suatu daerah. Sebuah prestasi tidak akan pernah bisa dicapai secara sepihak. Ketika komunikasi berjalan dengan baik, pembinaan dilakukan secara konsisten dan seluruh pihak menyatukan visi, maka apa yang kita cita-citakan dapat dilalui dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, Provinsi Kepulauan Riau memiliki posisi yang sangat strategis karena berhadapan langsung dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi Kepri untuk terus mengembangkan berbagai sektor, termasuk olahraga.

“Kepri merupakan daerah yang sangat strategis. Kita berhadapan langsung dengan Singapura, Malaysia dan kawasan Asia lainnya. Di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi, kita harus terus memastikan Kepri menjadi daerah yang aman dan nyaman, termasuk dalam pengembangan investasi dan olahraga,” katanya.

Nyanyang juga menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Taekwondo Indonesia Kepulauan Riau serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan internasional tersebut.

Ia menilai, kejuaraan taekwondo memiliki sejumlah tujuan strategis, mulai dari mengukur hasil pembinaan atlet, menjadi sarana edukasi bagi generasi muda, membangun karakter disiplin dan sportif, hingga menjaring atlet-atlet berbakat yang dapat dipersiapkan untuk kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.

“Kejuaraan internasional yang kita selenggarakan secara berkelanjutan ini memiliki tujuan strategis. Salah satunya untuk melihat sejauh mana pembinaan atlet yang telah dilakukan oleh klub maupun perguruan,” jelasnya.

Selain itu, Nyanyang meminta para pengurus cabang olahraga dan dinas terkait untuk terus meningkatkan program pembinaan atlet usia dini.

“Jangan biarkan atlet-atlet berbakat berjuang sendiri tanpa dukungan pembinaan dari pemerintah daerah,” tegasnya.

Kepada seluruh atlet yang bertanding, Nyanyang berpesan agar menjunjung tinggi sportivitas, menjaga keselamatan dan menghormati setiap keputusan wasit maupun juri di atas matras.

“Menang atau kalah adalah bagian dari proses. Namun, nama baik dan persahabatan antaratlet adalah yang utama,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Nyanyang juga mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan yang dilaksanakan di dalam ruangan hotel. Ia mengajak para peserta memberikan apresiasi kepada panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan.

“Ini merupakan kejuaraan bela diri yang dilaksanakan di dalam hotel. Ini berkat kerja keras ketua panitia dan seluruh pihak yang terlibat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekjen National Sport Communication KONI Pusat, Lukman Djajadikusuma, mengatakan taekwondo merupakan salah satu cabang olahraga Olimpiade sehingga memiliki kontribusi penting terhadap pencapaian prestasi olahraga Indonesia.

“Taekwondo merupakan salah satu cabang olahraga Olimpiade, sehingga kontribusi prestasinya sangat dibutuhkan dalam mendukung pembangunan olahraga nasional serta menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Ia menilai nilai-nilai yang terkandung dalam olahraga taekwondo sangat penting dalam membentuk generasi muda Indonesia yang tangguh, disiplin dan memiliki karakter.

Lukman berharap Batam International Taekwondo Championship 2026 dapat menjadi momentum lahirnya atlet-atlet taekwondo potensial yang mampu menorehkan prestasi dan membawa kebanggaan bagi Indonesia.

“Kepada para atlet, saya berpesan untuk bertanding dengan semangat tinggi, menjunjung sportivitas, nilai-nilai persahabatan dan saling menghormati. Kalah dan menang adalah hal yang biasa. Jadikan turnamen ini sebagai pengalaman untuk meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi olahraga bersih dan menjauhi penggunaan doping.

“Prestasi harus diraih dengan kerja keras dan kemampuan sendiri. Mari kita lawan penggunaan doping dan tetap mampu meraih prestasi tanpa doping,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Taekwondo Indonesia sekaligus Vice President of Executive Board of Taekwondo Indonesia, Mayjen Amrin Ibrahim, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kejuaraan tersebut.

“Saya selaku Ketua Umum Taekwondo Indonesia menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pemerintah provinsi, Pengurus Provinsi, KONI, Kapolda, DPRD dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik secara moral maupun materi, sehingga kejuaraan ini dapat terlaksana dengan baik,” katanya.

Menurut Amrin, kejuaraan tersebut bukan hanya menjadi ajang kompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga bagian dari pembinaan atlet secara berkelanjutan.

“Kejuaraan ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi untuk meraih prestasi, tetapi merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia dalam menjaring bibit-bibit atlet berkualitas yang akan dipersiapkan menghadapi kejuaraan nasional maupun internasional,” ujarnya.

Ia berharap seluruh atlet dapat bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, rasa hormat dan persaudaraan antaratlet, baik dari berbagai provinsi maupun antarnegara.

“Menang dan kalah adalah bagian dari pertandingan. Namun, karakter, integritas dan semangat pantang menyerah merupakan prestasi sesungguhnya yang harus diraih para atlet,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mayjen Amrin Ibrahim sekaligus membuka secara resmi Batam International Taekwondo Championship 2026.

Terpisah, Ketua KONI Batam Rani Rafitriyani melalui Kabid Humas KONI Batam Danasmara Abipraya mengapresiasi pelaksanaan kejuaraan tersebut.

“Saya mewakili Ibu Ketua Umum KONI Batam Rani Rafitriyani mengapresiasi kejuaraan Batam International Taekwondo Championship 2026. Ini merupakan ajang untuk menguji ketangkasan atlet taekwondo dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari luar negeri,” ujarnya.

Ia berharap kejuaraan tersebut dapat menjadi wadah lahirnya atlet-atlet potensial dari Kota Batam yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami berharap ajang ini dapat melahirkan atlet Batam yang mampu bersaing di level nasional dan internasional, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas,” pungkasnya.