Legenda Timnas Indonesia Turun ke Batam, Batam International Football Series 2026 Siap Bergulir

Sabtu, 15 Agustus 2026

Legenda Timnas Indonesia Turun ke Batam, Batam International Football Series 2026 Siap Bergulir

TRANSKEPRI.COM, BATAM – Geliat sepak bola Batam kembali bergema. Setelah sukses menggelar Batam International Grassroots Football Festival, kini sejumlah legenda Timnas Indonesia dijadwalkan turun langsung ke lapangan dalam rangkaian Batam International Football Series 2026 yang akan berlangsung pada 22–23 Agustus 2026.

Ajang ini menjadi bagian dari Batam Prime International Grassroots Football Festival 2026 yang diselenggarakan Badan Pengusahaan (BP) Batam bekerja sama dengan Garuda Yaksa FC Academy. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Salah satu agenda yang paling dinantikan adalah Fun Game Timnas Indonesia Legend kontra BP Batam Legend. Pertandingan ini bukan sekadar laga hiburan, tetapi menjadi pertemuan antara nama-nama besar sepak bola nasional dengan para pejabat BP Batam.

Timnas Indonesia Legend akan diperkuat sejumlah legenda sepak bola Tanah Air, di antaranya Rully Nere, Rahmad Darmawan, Rocky Putiray, Azhari Rangkuti, dan Patar Tambunan.

Sementara itu, BP Batam Legend akan diperkuat sejumlah pejabat BP Batam, di antaranya Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Anggota/Deputi Bidang Investasi Fary Djemy Francis, serta Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan Denny Tondano.

Kehadiran para legenda Timnas Indonesia diprediksi menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat Batam, khususnya para pecinta sepak bola dan generasi muda yang selama ini menjadikan sepak bola sebagai bagian dari mimpi mereka.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan kehadiran para legenda Timnas Indonesia tidak hanya ditujukan untuk menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memberikan pengalaman dan motivasi secara langsung kepada pesepak bola muda.

“Kami ingin anak-anak Batam melihat bahwa mimpi menjadi pesepak bola hebat itu bisa dimulai dari lapangan sederhana, dari kompetisi usia dini dan dari keberanian untuk terus berlatih. Kehadiran para legenda Timnas di Batam mudah-mudahan menjadi inspirasi bahwa mereka juga memiliki kesempatan untuk mencapai level yang lebih tinggi,” ujar Amsakar.

Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang sehat, disiplin, tangguh, sekaligus memiliki semangat kompetitif.

Karena itu, BP Batam berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan yang memberikan ruang kepada anak-anak dan generasi muda untuk mengembangkan bakat serta potensi mereka di dunia olahraga.

“Grassroots adalah fondasi. Dari sana kita membangun mental bertanding, karakter dan talenta. Ketika kemudian mereka mendapatkan kesempatan berkompetisi di level internasional, maka Batam tidak hanya menjadi tempat lahirnya talenta, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju prestasi,” tambahnya.

Sementara itu, Fary Djemy Francis selaku Ketua Dewan Pembina Panitia Batam Grassroots Festival sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Garuda Yaksa FC Academy mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut memang dirancang untuk mempertemukan tiga elemen penting dalam ekosistem sepak bola.

Menurutnya, kehadiran legenda, pembinaan usia dini, dan kompetisi internasional harus berjalan beriringan agar perkembangan sepak bola di Batam semakin kuat.

“Kita tidak ingin berhenti pada fun game dan nostalgia. Legenda hadir untuk memberi inspirasi, grassroots menjadi fondasi regenerasi, dan pertandingan internasional menjadi jembatan agar anak-anak Batam berani bermimpi menuju panggung yang lebih besar,” kata Fary.

Tak hanya menghadirkan Fun Game Timnas Indonesia Legend kontra BP Batam Legend, rangkaian kegiatan juga akan diramaikan Batam International Grassroots Football Festival serta International Trofeo.

International Trofeo tersebut akan mempertemukan sejumlah klub dari kawasan Asia Tenggara, yakni Geylang International FC dari Singapura, Indera FC dari Brunei Darussalam, Garudayaksa FC, dan Batam Premier FC.

Kehadiran tim-tim tersebut membuat Batam International Football Series 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi pesepak bola muda Batam untuk merasakan atmosfer pertandingan dengan level persaingan yang lebih luas.

Legenda Timnas Indonesia era 1980-an, Rully Nere, turut menyoroti pentingnya pembinaan sepak bola sejak usia dini. Menurutnya, pemain yang mampu mencapai level Timnas Indonesia tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang.

“Pemain Timnas tidak lahir secara instan. Mereka tumbuh dari lapangan-lapangan usia dini, dari kompetisi, disiplin dan kesempatan. Karena itu, festival seperti ini penting agar semakin banyak talenta dari Batam mendapatkan panggung dan keberanian untuk bermimpi membela Indonesia,” ujar Rully.

Dari Batam, sebuah mimpi besar kembali dinyalakan.

Para legenda datang membawa pengalaman. Anak-anak muda hadir membawa harapan. Lapangan menjadi tempat bertemunya masa lalu, masa kini, dan masa depan sepak bola Indonesia.

Grassroots menjadi fondasi, legenda menjadi inspirasi, sementara pertandingan internasional membuka jalan menuju panggung yang lebih besar.

Batam pun kembali menunjukkan ambisinya untuk menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan lahirnya talenta-talenta sepak bola masa depan Indonesia.

Satu Bangsa, Satu Semangat, Satu Tujuan: Indonesia Juara!