Erlita Amsakar Pimpin LASQI-NJ Batam Periode 2026-2031

Rabu, 12 Agustus 2026

Ketua DPW LASQI Kepri, Yuniarni Pustoko Weni, melantik Ketua dan Pengurus LASQI-NJ Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (12/8) diskominfo batam

TRANSKEPRI.COM.BATAM- Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteran Keluarga (TP-PKK) Batam, Erlita Amsakar, mengemban amanah baru sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia Nahdlatul Jam’iyah (LASQI-NJ) Kota Batam masa bakti 2026-2031. Kepengurusan tersebut dikukuhkan di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (12/8/2026).

Pengukuhan dipimpin Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LASQI Provinsi Kepulauan Riau, Yuniarni Pustoko Weni dan disaksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah.

Dalam kesempatan itu, Sekda Batam menyampaikan, apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru LASQI-NJ Batam di bawah kepemimpinan Erlita Amsakar.

 

Firmansyah berharap, kepengurusan baru mampu memperkuat peran LASQI-NJ dalam mengembangkan seni Islami sekaligus menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda untuk berkarya dan mengembangkan bakat.

“Saya yakin dengan kepemimpinan dan kekompakan seluruh pengurus, LASQI-NJ Batam dapat semakin maju dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Firmansyah.

Menurutnya, seni tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan moral, mempererat kebersamaan, serta menjaga nilai budaya dan keagamaan di tengah perkembangan zaman.

LASQI-NJ bukan sekadar wadah seni. Ada ruang untuk membangun karakter, menanamkan nilai-nilai kebaikan, sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dekat dengan generasi muda,” katanya.

Firmansyah menilai kepemimpinan Erlita Amsakar menjadi momentum untuk menghadirkan program-program yang lebih adaptif dan inovatif. Ia berharap LASQI-NJ dapat memperluas pembinaan seni qasidah hingga menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, komunitas seni, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem seni Islami yang kuat sekaligus mendukung pembangunan karakter masyarakat Batam.

“Batam terus berkembang menjadi kota modern dan berdaya saing. Namun, kemajuan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan karakter, budaya, dan spiritualitas juga menjadi bagian penting,” ujarnya.

Firmansyah optimistis LASQI-NJ Batam di bawah kepemimpinan Erlita Amsakar dapat melahirkan berbagai inovasi, memperkuat pembinaan seni qasidah, serta mendorong munculnya talenta-talenta terbaik yang mampu mengharumkan nama Batam hingga tingkat provinsi dan nasional.(*)