Kampanye “Payung Teduh” Digelorakan, Bintan Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Selasa, 11 Agustus 2026

Kampanye “Payung Teduh” Digelorakan, Bintan Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

TRANSKEPRI.COM, BINTAN – Komitmen menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan serta anak terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Bintan. Salah satunya melalui Kampanye Perlindungan Perempuan dan Anak Tahun 2026 yang digelar Forum Anak Kabupaten Bintan bersama Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DP3KB Kabupaten Bintan, Sabtu (8/8/2026).

Mengusung tema “Payung Teduh Masa Depan: Lindungi Perempuan dan Anak dari Segala Bentuk Kekerasan”, kegiatan dipusatkan di kawasan Taman Relief Antam Kijang. Kampanye tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa upaya mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak membutuhkan kepedulian serta keterlibatan semua pihak.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Deklarasi Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Kabupaten Bintan. Deklarasi tersebut diikuti berbagai unsur instansi dan masyarakat sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat upaya pencegahan serta penanganan kekerasan.

Pesan perlindungan kemudian disampaikan secara langsung kepada masyarakat melalui aksi long march. Para peserta berjalan dari Taman Relief Antam Kijang menuju Pasar Berdikari Kijang sembari membawa pesan edukasi mengenai pentingnya melindungi perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan.

Sepanjang perjalanan, peserta juga membagikan leaflet kepada masyarakat. Materi edukasi tersebut berisi informasi mengenai langkah-langkah pencegahan kekerasan sekaligus saluran pengaduan yang dapat digunakan apabila masyarakat menemukan atau mengalami tindak kekerasan.

Kepala DP3KB Kabupaten Bintan, Aryati, mengatakan istilah “Payung Teduh” memiliki makna sebagai simbol perlindungan dan kepedulian bersama terhadap perempuan dan anak.

“Perlindungan terhadap perempuan dan anak adalah tanggung jawab bersama. Kita ingin memastikan mereka mendapatkan naungan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan agar masa depan Kabupaten Bintan semakin cemerlang,” ujar Aryati.

Menurutnya, persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan sinergi antara keluarga, masyarakat, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, organisasi sosial hingga komunitas.

Kampanye tersebut pun melibatkan berbagai unsur, di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Kepolisian, Kecamatan Bintan Timur, Kelurahan Kijang Kota, Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), PUSPAGA Bahtera Bintan, PMI Kabupaten Bintan serta Forum Anak Bintan.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi gambaran bahwa perlindungan perempuan dan anak merupakan tanggung jawab lintas sektor. Lingkungan keluarga dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam menciptakan ruang yang aman bagi tumbuh kembang anak.

Melalui kampanye ini, masyarakat diajak untuk tidak menutup mata terhadap kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar. Keberanian untuk menyampaikan laporan dan memberikan dukungan kepada korban menjadi bagian penting dalam membangun sistem perlindungan yang lebih kuat.

Semangat “Payung Teduh” diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kampanye semata. Gerakan tersebut diharapkan tumbuh menjadi kesadaran bersama yang hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, Kabupaten Bintan diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang semakin aman, nyaman, ramah, serta memberikan ruang tumbuh yang bebas dari kekerasan bagi setiap perempuan dan anak.