
BP Batam Kawal Pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di Rempang, Siapkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
TRANSKEPRI.COM, BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mengawal persiapan pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di kawasan Rempang. Proyek yang menjadi bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) tersebut mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Sekolah yang akan dibangun di atas lahan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) BP Batam seluas 18,5 hektare itu dirancang sebagai kawasan pendidikan terintegrasi yang tidak hanya menyediakan layanan pendidikan gratis, tetapi juga menjadi pusat pembentukan karakter dan pengembangan kompetensi generasi muda.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan.
"Kehadiran Sekolah Rakyat Merah Putih menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan adaptif, inovatif, serta siap bersaing di tengah pesatnya perkembangan industri dan teknologi," ujar Amsakar, Minggu (2/8/2026).
Menurutnya, proses pembangunan saat ini masih berada pada tahap pemenuhan berbagai persyaratan administrasi dan teknis sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.
BP Batam, kata Amsakar, memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan agar pelaksanaan pembangunan tidak menghadapi kendala di kemudian hari.
Beberapa proses yang tengah diselesaikan meliputi Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Sementara itu, pekerjaan di lapangan telah difokuskan pada pemagaran kawasan dan penanganan awal berupa pengendalian serta pencegahan potensi banjir sebagai bagian dari persiapan pembangunan.
Amsakar menjelaskan, Sekolah Rakyat Merah Putih akan mengusung konsep kawasan pendidikan terpadu yang memungkinkan seluruh aktivitas belajar, pembinaan karakter, hingga pengembangan bakat siswa berlangsung dalam satu lingkungan yang saling terintegrasi.
Selain ruang belajar yang representatif, sekolah ini juga akan dilengkapi berbagai fasilitas modern untuk mendukung proses pendidikan, mulai dari sarana pembelajaran, pengembangan karakter, hingga peningkatan kompetensi dan keterampilan peserta didik.
"Ini bukan sekadar membangun sekolah, tetapi membangun masa depan. Kami ingin anak-anak Batam, khususnya yang berasal dari keluarga prasejahtera, memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas sehingga mampu menjadi sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing," katanya.
Ia menegaskan, BP Batam mengedepankan kepastian hukum dalam setiap tahapan pembangunan dengan memastikan seluruh proses perizinan selesai sebelum konstruksi dimulai.
Selain itu, pendekatan komunikasi yang humanis dengan masyarakat sekitar juga terus dilakukan agar seluruh proses berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Setelah seluruh proses perizinan rampung, pembangunan fisik akan dilakukan secara bertahap dengan target penyelesaian pada tahun 2028. Kami ingin memastikan seluruh aspek hukum dan teknis telah terpenuhi sehingga pembangunan dapat berjalan tepat waktu, berkualitas, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menilai kehadiran Sekolah Rakyat Merah Putih akan menjadi langkah nyata pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.
Menurutnya, selain menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan fasilitas yang memadai, sekolah tersebut juga akan menitikberatkan pada pembentukan karakter serta penguatan pendidikan vokasi sebagai bekal menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
"Pemerintah ingin memastikan anak-anak dari keluarga prasejahtera memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak. Dengan bekal karakter yang kuat, penguasaan keterampilan, dan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri, mereka diharapkan mampu bersaing serta menjadi bagian dari pembangunan bangsa di masa depan," ujar Li Claudia.