BP Batam Perkuat Pengembangan KEK Tanjung Sauh, Gandeng Panbil Group dan PLN Batam

Sabtu, 25 Juli 2026

BP Batam Perkuat Pengembangan KEK Tanjung Sauh, Gandeng Panbil Group dan PLN Batam

TRANSKEPRI.COM, BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mempercepat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh melalui penguatan sinergi dengan dunia usaha. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan dua nota kesepahaman (MoU) bersama Panbil Group dan PT PLN Batam di Marketing Center BP Batam, Kamis (23/7/2026).

Penandatanganan nota kesepahaman pertama dilakukan antara BP Batam dan PT Nusatama Properta Panbil terkait dukungan investasi serta percepatan perizinan di KEK Tanjung Sauh. Dokumen tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Komisaris Utama PT Nusatama Properta Panbil, Johanes Kennedy Aritonang.

Selanjutnya, PT PLN Batam dan PT Panbil Utilitas Sentosa juga menandatangani nota kesepahaman mengenai kerja sama penguatan keandalan sistem kelistrikan. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, dan Direktur Utama PT Panbil Utilitas Sentosa, Frans Richard Leonard.

Chairman Panbil Group sekaligus Komisaris Utama PT Nusatama Properta Panbil, Johanes Kennedy Aritonang, mengatakan Panbil Group saat ini tengah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Sauh yang pada tahap pertama akan memiliki kapasitas 300 megawatt (MW).

Ia menjelaskan, pembangkit tersebut ditargetkan mulai memasok kebutuhan listrik Batam dan Bintan pada Desember 2026, sementara unit kedua dijadwalkan mulai beroperasi pada Maret 2027.

"Keberadaan PLTU Tanjung Sauh didukung oleh lokasi yang strategis dan terintegrasi dengan sistem kelistrikan yang telah ada, sehingga mampu saling melengkapi dengan PLTU Tanjung Kasam," ujar Johanes.

Johanes juga mengapresiasi dukungan BP Batam dalam mendorong percepatan pengembangan KEK Tanjung Sauh sebagai kawasan industri baru yang diproyeksikan menjadi pusat energi dan logistik di Batam.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menilai kehadiran PLTU Tanjung Sauh akan menjadi tambahan pasokan listrik yang sangat penting untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan Batam di tengah meningkatnya kebutuhan energi.

Menurutnya, pertumbuhan investasi yang terus meningkat harus diimbangi dengan ketersediaan listrik yang andal, baik untuk kawasan industri maupun kebutuhan masyarakat.

"Pertumbuhan investasi membutuhkan pasokan listrik yang semakin besar dan andal. Di sisi lain, kebutuhan listrik dari sektor industri maupun rumah tangga juga terus meningkat. Karena itu, kehadiran KEK Tanjung Sauh menjadi angin segar bagi PLN Batam dalam menjaga keandalan pasokan listrik," kata Kwin.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara BP Batam, Panbil Group, dan PT PLN Batam dalam mendukung percepatan pengembangan KEK Tanjung Sauh.

Menurut Amsakar, kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Batam sebagai kawasan investasi yang kompetitif sekaligus menjadikan KEK Tanjung Sauh sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kepulauan Riau.

"Semoga kerja sama dan kontribusi yang kita bangun bersama ini mampu memberikan manfaat nyata bagi percepatan investasi, pertumbuhan ekonomi daerah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Amsakar.

Melalui penandatanganan dua nota kesepahaman tersebut, BP Batam optimistis pengembangan KEK Tanjung Sauh akan berjalan lebih cepat dan mampu menarik lebih banyak investasi, memperkuat infrastruktur energi, serta meningkatkan daya saing Batam sebagai pusat industri, logistik, dan energi di kawasan Asia Tenggara.