Batam Masuk Nominasi ADLGA 2026

Kamis, 23 Juli 2026

Sekda Batam Firmansyah memaparkan sejumlah program digital kepada tim penilai ADLGA 2026 di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (23/7) diskominfo batam

TRANSKEPRI.COM.BATAM- Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kota Batam masuk dalam lima besar nominasi Askompsi Digital Leadership Government Awards (ADLGA) 2026 pada kategori Sekretaris Daerah Kota. Prestasi tersebut menjadi pengakuan atas komitmen Pemko Batam dalam membangun tata kelola pemerintahan berbasis data dan memperkuat digitalisasi pelayanan publik.

Tahapan penilaian dilanjutkan melalui visitasi tim penilai ADLGA 2026 yang diterima langsung Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Lantai II Kantor Wali Kota Batam, Kamis (23/7/2026).

Pada kategori Sekretaris Daerah, terdapat 15 nominator terbaik dari seluruh Indonesia yang mengikuti penilaian akhir. Mereka terdiri atas lima Sekretaris Daerah Provinsi, lima Sekretaris Daerah Kota, dan lima Sekretaris Daerah Kabupaten.

Dalam paparannya, Firmansyah menjelaskan bahwa transformasi digital di Kota Batam tidak sekadar berfokus pada pemanfaatan teknologi informasi. Menurutnya, digitalisasi telah menjadi fondasi dalam penyusunan kebijakan, perencanaan pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia mengatakan, setiap kebijakan yang diambil Pemerintah Kota Batam disusun berdasarkan data yang akurat, tervalidasi, dan terintegrasi. Data tersebut dihimpun tidak hanya dari perangkat daerah, tetapi juga melalui aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) mulai dari tingkat RT dan RW, kelurahan, kecamatan, hingga perangkat daerah.

“Kami meyakini pembangunan yang baik harus dimulai dari data yang baik. Karena itu, setiap kebijakan yang diambil Pemerintah Kota Batam harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata. Data yang kami gunakan bukan hanya data administrasi, tetapi juga data yang berasal dari aspirasi masyarakat dan telah melalui proses validasi secara berjenjang,” ujar Firmansyah.(*)