Amsakar Dialog Dengan Masyarakat Bahas Pendidikan Hingga UWT

Kamis, 23 Juli 2026

Walikota Batam Amsakar Achmad, menyampaikan sambutan saat silaturahmi bersama RT, RW, LPM, dan Tokoh Masyarakat se-Kecamatan Bengkong di Golden Prawn 933, Bengkong, Rabu (22/7) diskominfo batam

TRANSKEPRI.COM.BATAM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membuka ruang dialog bersama tokoh masyarakat sebagai upaya memperkuat komunikasi antara pemerintah dan warga. Dalam silaturahmi yang berlangsung di Golden Prawn 933, Bengkong, Rabu (22/7/2026) malam, berbagai isu strategis mengemuka, mulai dari pengembangan sektor pendidikan, kemudahan layanan pembayaran Uang Wajib Tahunan (UWT) BP Batam, hingga penguatan kolaborasi untuk mendukung percepatan pembangunan Kota Batam.

Menurut Amsakar, kegiatan silaturahmi akan digelar secara berkala setiap tiga bulan sebagai wadah dialog antara pemerintah dan masyarakat. Melalui forum tersebut, kedua belah pihak dapat menyampaikan aspirasi, meluruskan berbagai persepsi, serta memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan daerah.

“Silaturahmi ini sengaja kita jadwalkan setiap tiga bulan. Tujuannya agar pemerintah dan masyarakat terjalin komunikasi yang sinergis, membetulkan persepsi yang kemarin salah, meluruskan pandangan yang bengkok, dan mendekatkan hubungan yang selama ini terasa jauh,” ujar Amsakar.

Ia menilai silaturahmi tidak sekadar menjadi ajang pertemuan, tetapi juga sarana membangun energi kolektif dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Karena itu, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan introspeksi, memperkuat kebersamaan, dan menjaga semangat gotong royong.

“Jangan terlampau cerdas melihat penyakit orang, tetapi tidak mengarifi kelemahan diri sendiri. Kalau semangat kebersamaan terus terbangun, maka energi kolektif masyarakat akan semakin kuat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Republik Indonesia memberikan apresiasi atas berbagai capaian pembangunan yang diraih Kota Batam selama satu tahun lima bulan kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.

Sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Batam tercatat melampaui rata-rata nasional. Sementara itu, realisasi investasi hingga akhir tahun mencapai Rp69,5 triliun atau melampaui target sebesar Rp60 triliun.

Selain itu, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam juga berada pada kategori sangat tinggi dan menempati peringkat kelima terbaik di Pulau Sumatera.

“Semua capaian ini tidak mungkin diraih pemerintah sendiri. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat, terutama para tokoh masyarakat yang terus mendukung setiap kebijakan pemerintah,” ungkapnya.(*)