Dedikasi Lestarikan Gurindam 12, Kapolda Kepri Dianugerahi Penghargaan "Sekalung Budi"

Sabtu, 27 Juni 2026

Dedikasi Lestarikan Gurindam 12, Kapolda Kepri Dianugerahi Penghargaan "Sekalung Budi"

TRANSKEPRI.COM, BATAM – Upaya Polda Kepulauan Riau dalam melestarikan warisan budaya Melayu mendapat apresiasi dari Dewan Kebudayaan Kepulauan Riau. Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menerima penghargaan "Sekalung Budi" atas dedikasinya menginisiasi pembuatan rekaman audiovisual Gurindam 12 karya Pahlawan Nasional Raja Ali Haji.

Penghargaan tersebut diserahkan Ketua Umum Dewan Kebudayaan Kepulauan Riau, Dato' Sri Lela Budaya Rida K. Liamsi, pada acara Kenduri Kebangsaan dan Tausiah Kebangsaan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri, Kamis (25/6/2026).

Penghargaan "Sekalung Budi" diberikan sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi Kapolda Kepri dalam memperkenalkan kembali nilai-nilai luhur Gurindam 12 melalui media audiovisual, sehingga lebih mudah dipahami dan diakses oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

Melalui program tersebut, Polda Kepri menjadi institusi pertama yang menggagas pembuatan rekaman audiovisual Gurindam 12. Inovasi ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mendukung pelestarian budaya Melayu sekaligus memperkuat identitas budaya Kepulauan Riau di tengah perkembangan era digital.

Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin mengatakan penghargaan yang diterimanya merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab untuk terus mendukung pelestarian budaya daerah.

"Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi juga untuk seluruh jajaran Polda Kepri yang memiliki komitmen menjaga dan melestarikan budaya Melayu. Gurindam 12 mengandung nilai-nilai moral, etika, dan kebijaksanaan yang tetap relevan sebagai pedoman kehidupan bermasyarakat hingga saat ini," ujarnya.

Menurut Kapolda, rekaman audiovisual Gurindam 12 diharapkan menjadi media edukasi yang mampu memperkenalkan pemikiran Raja Ali Haji kepada masyarakat luas, sehingga warisan budaya tersebut tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Ia menegaskan, pelestarian budaya merupakan bagian dari upaya memperkuat karakter bangsa. Karena itu, Polri tidak hanya menjalankan tugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berupaya mendukung berbagai program yang berkaitan dengan pelestarian budaya dan kearifan lokal.

Penghargaan yang diberikan Dewan Kebudayaan Kepulauan Riau tersebut sekaligus menjadi simbol sinergi antara kalangan budayawan dan institusi Polri dalam menjaga eksistensi budaya Melayu sebagai bagian dari jati diri bangsa.

Sejalan dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kepri berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, dan Presisi, sekaligus berkontribusi dalam menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi perekat persatuan masyarakat.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban serta terus melestarikan budaya Melayu sebagai warisan yang harus dijaga bersama. Ia juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan Kepolisian 110 yang tersedia selama 24 jam untuk melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas maupun meminta bantuan kepolisian.