
Penampakan air di Embung Gunung Lintang, Anambas. (ist)
TRANSKEPRI.COM.ANAMBAS- Warga dua desa di Kecamatan Siantan, yakni Desa Tarempa Barat dan Desa Sry Tanjung menjerit, pasalnya sudah 10 hari pasokan air yang didistribusikan SPAM Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (DPUPR) tak mengalir.
Hal ini membuat warga gerah, dan mempertanyakan kinerja dinas terkait dalam melakukan pengelolaan.
Andik Mulawarman, Tokoh Masyarakat Desa Tarempa Barat mengatakan, untuk saat ini hampir seluruh masyarakat mengeluhkan tidak terdistribusinya air ke dua desa.
"Untuk Desa Tarempa Barat itu sudah 10 hari air tidak berjalan sedangkan Sry Tanjung sudah 11 hari," ujar Andik Senin (22/06/2026)
Acok panggilan akrab Andik Mulawarman mengungkapkan bahwa pihaknya mendesak stake holder terkait yakni DPUPR untuk mencari solusi terbaik, agar hal ini tidak menjadi preseden buruk bagi pemerintah daerah.
"Kami minta mereka tanggap akan kebutuhan primer masyarakat. Apalagi persoalan semacam ini sangat klise karena telah terjadi setiap tahunnya," tegas dia.
Lebih lanjut kata Acok, saat mengkonfirmasi DPUPR kemarin, mereka beralasan bahwa mandeknya pasokan air diakibatkan putusnya sambungan pipa, yang jadi pertanyaan kok sudah 10 hari pipa tersebut tidak tersambung.
"Warga masyarakat minta kejelasan, apalagi saat ini kita belum kemarau, kami juga melihat kondisi di dua embung titik lokasi distribusi air untuk warga Tarempa Barat dan Desa Sry Tanjung yakni embung gunung Sama dan Gunung Lintang dan debit airnya masih banyak.
Ia juga menyesalkan, dengan kondisi yang ada kenapa Dinas terkait tidak segera ambil langkah tegas untuk mensuplai air ke tong-tong yang ada di dua desa. Untuk Desa Tarempa Barat itu ada 4 titik dan untuk Desa Sry Tanjung ada dua titik.
Namun demikian pihaknya tambah Acok memberikan apresiasi kepada dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yakni BPPD dan Damkarmat yang pro aktif mendistribusikan air melalui titik tong-tong yang ada.
"Kami mengucapkan terimakasih kepada BPPD dan Damkarnat yang sigap mendistribusikan air melalui titik tong bagi masyarakat saat ini," tutupnya.(Yd)