Refleksi Hari Jadi Anambas ke 18, Pemerintah Daerah Jangan Menyerah

Kamis, 11 Juni 2026

Ketua DPD Golkar Anambas, Indra Syahputra. (ist)

TRANSKEPRI.COM.ANAMBAS- Sambut Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) yang ke 18, yang jatuh  pada tanggal 24 Juni 2026 mendatang, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) Indra Syahputra  menyampaikan, ucapan terimakasih kepada pemerintah daerah Kabupaten termuda di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang selalu optimis dalam menjalankan roda pemerintahan disela kondisi fiskal daerah yang tidak baik baik saja.

Tanpa terasa kata suami suami Sinta Ira  Fronia, Kabupaten Kepulauan Anambas telah mulai beranjak dewasa dengan usia yang sudah mencapai 18 tahun.  

"Perjuangan panjang telah sama-sama kita rasakan dalam upaya  memekarkan Anambas yang sebelumnya masih tergabung dengan kabupaten Natuna,  akhirnya momentum itu hadir tepat pada tanggal 24 Juni tahun 2008, daerah yang kita cintai ini resmi disahkan dan masuk dalam lembaran negara menjadi sebuah daerah otonom  yang  bernama KKA," ujar Indra, Kamis (11/06/2026).

Bang Indra panggilan akrab Indra Syahputra mengungkapkan, dalam perjalannya yang cukup terjal,  Anambas telah mengalami empat periode kepemimpinan secara definitif, yakni Bupati dan Wakil Bupati definitif pertama     Drs Tengku Mukhtaruddin-Abdul Haris, SH, kemudian  Bupati dan Wakil Bupati Abdul Haris, SH -Wan Zuhendra yang memimpin daerah ini selama dua periode, serta pemimpin saat ini, Aneng- Raja Bayu Febri Gunadian, SE. (sebagai Bupati dan Wakil Bupati-red).

"Sebelumnya saat dimekarkan Anambas dipimpin oleh tiga Pj Bupati yakni Drs. Tengku Mukhtaruddin, Drs Yusrizal, serta Drs Eko Sumbaryadi. Sekedar pengingat besarnya perjuangan hingga saat ini  Almarhum Istri Pak Yusrizal meninggal di Anambas saat kapal yang ditumpangi tenggelam," tuturnya.

Lebih lanjut ungkap Indra, lahirnya kabupaten Kepulauan Anambas sejatinya bukanlah pemberian, namun berkat perjuangan semua elemen yang ada bahu-membahu hingga daerah ini jadi.

Ia menambahkan, dari empat periode kepemimpinan tentu terjadi dinamika dalam  pembangunan. Bila bercerita dari awal hingga akhir,  daerah ini sempat merasakan tidak ada APBD, kemudian memiliki APBD Rp396 M pada tahun 2009, Rp720 M pada tahun 2010 dan kemudian mencapai Rp1 Triliun lebih setelahnya.

"Dengan APBD tersebut, pembangunan di Anambas menjadi semakin nampak dengan  adanya infrastruktur baru seperti  jalan-jalan, kemudian pulau  yang dirangkai sehingga masyarakat dapat menikmati arti pembangunan, pelajar diberikan beasiswa, sekolah gratis, baju seragam gratis, pelayanan kesehatan yang semakin membaik  dan lainnya, tuturnya.

Namun kata dia, seiring kondisi negara yang tidak baik-baik saja saat ini sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Anambas. Hal ini diakibatkan oleh minimnya Pendapatan Asli Daerah (PAD)  dan tingginya  ketergantungan kepada pusat,  berefek nyata pada  pembangunan di Anambas.

Untuk itu  ungkap dia, pemerintah disarankan untuk tidak hanya berharap pada APBD saja, namun juga berupaya untuk mencari suntikan nafas baru dengan menarik investor untuk berinvestasi ke daerah ini. Hadirnya investasi menjadi salah satu solusi dalam menopang laju pertumbuhan ekonomi di Anambas. 
ada solusi dari pemerintah, jangan hanya menunggu, tapi mencoba untuk membranding daerah ini agar dapat dilirik investor untuk datang berinvestasi," tegasnya.

Jadikanlah  Momentum hari jadi ke 18 sambung Indra, menjadi pemicu dalam upaya mengangkat kembali ruh daerah,  agar lebih baik lagi kedepannya, yang dibutuhkan adalah kerjanyata, kebersamaan dalam membangun daerah demi kesejahteraan masyarakat di Kepulauan Anambas.

"Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan arti dalam pembangunan di Kepulauan Anambas daerah yang kita cintai ini,"

Pada kesempatan itu Indra juga menyampaikan bahwa,  ia pamit  dan tidak akan maju kembali sebagai ketua DPD Partai Golkar Anambas pada pemilihan Ketua DPD PG yang tak lama lagi akan digelar.

"Pada kesempatan ini, saya pamit dan mohon maaf apabila ada salah kata dan perbuatan saat memimpin PG di Anambas. Sekali lagi saya ucapkan selamat ulang tahun ke 18, semoga Anambas tetap menjadi daerah maju di perbatasan," tutupnya. (*)