Ekonomi Batam Kian Menguat, Investasi, Ekspor dan Aktivitas Logistik Tumbuh Signifikan

Jumat, 05 Juni 2026

Ekonomi Batam Kian Menguat, Investasi, Ekspor dan Aktivitas Logistik Tumbuh Signifikan

TRANSKEPRI.COM, BATAM – Kinerja ekonomi Kota Batam sepanjang tahun 2026 menunjukkan tren pertumbuhan yang semakin kuat. Realisasi investasi yang melonjak tajam, ekspor yang terus meningkat, serta aktivitas logistik internasional yang tumbuh signifikan menjadi indikator positif bahwa Batam semakin dipercaya sebagai pusat investasi dan perdagangan di kawasan Indonesia bagian Barat.

Setelah mencatat realisasi investasi sebesar Rp17,4 triliun pada Triwulan I Tahun 2026, BP Batam kembali mencatat capaian positif dari sektor logistik dan perdagangan internasional melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar.

Data operasional Batu Ampar Container Terminal menunjukkan layanan pelayaran langsung internasional (direct call) mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan. Selama periode Januari hingga Mei 2026, jumlah kunjungan kapal direct call internasional mencapai 106 call atau meningkat 212 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya mencatat 34 call.

Tidak hanya itu, volume peti kemas yang dilayani melalui layanan direct call juga mengalami lonjakan. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, volume peti kemas mencapai 58.237 TEUs atau tumbuh 125 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 25.904 TEUs.

Capaian tersebut memberikan kontribusi sebesar 24 persen terhadap total volume peti kemas internasional yang ditangani pada periode yang sama. Angka tersebut sekaligus menunjukkan semakin kuatnya posisi TPK Batu Ampar sebagai gerbang perdagangan internasional dan berkurangnya ketergantungan terhadap skema transshipment melalui pelabuhan negara tetangga.

Di sektor perdagangan internasional, kinerja ekspor Batam juga membuka tahun 2026 dengan hasil yang menggembirakan. Amerika Serikat masih menjadi tujuan utama ekspor Batam dengan nilai mencapai USD 860,32 juta atau tumbuh 30,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Singapura berada di posisi kedua dengan nilai ekspor sebesar USD 704,47 juta atau meningkat 4,52 persen. Sementara India mencatat pertumbuhan tertinggi dengan lonjakan mencapai 410,23 persen menjadi USD 344,67 juta.

Pertumbuhan ekspor juga terjadi ke sejumlah negara lainnya. Ekspor ke Tiongkok meningkat 49,63 persen menjadi USD 265,55 juta. Kemudian Jerman tumbuh 65,36 persen menjadi USD 44,90 juta, sedangkan ekspor ke Filipina melonjak hingga mencapai USD 89,68 juta.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa Batam tidak hanya berhasil menarik investasi dalam jumlah besar, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing sektor industri dan logistik yang mendukung arus perdagangan internasional.

Plh. Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan bahwa Batam memiliki peran strategis sebagai penggerak perekonomian di wilayah Indonesia bagian Barat.

Menurutnya, pertumbuhan investasi dan aktivitas logistik yang terus meningkat menunjukkan tingginya kepercayaan dunia usaha terhadap Batam sebagai destinasi investasi yang kompetitif.

"Pertumbuhan investasi dan sektor logistik menunjukkan bahwa Batam semakin dipercaya dunia usaha. Kondisi ini memberikan efek berantai yang positif terhadap sektor industri, perdagangan, dan jasa," ujar Li Claudia Chandra, Kamis (4/6/2026).

Ia menegaskan bahwa BP Batam akan terus memperkuat ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi guna mendukung kelancaran arus logistik, investasi, dan mobilitas ekonomi yang berkelanjutan.

"Capaian ini membuktikan bahwa Batam memiliki daya saing yang semakin kuat. Meningkatnya aktivitas logistik, ekspor, dan investasi menjadi indikator bahwa Batam berada pada jalur pertumbuhan yang tepat sebagai gerbang perdagangan dan investasi di wilayah Indonesia bagian Barat," katanya.

Sebelumnya, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, juga menyampaikan bahwa peningkatan realisasi investasi merupakan cerminan dari meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Batam.

"Lonjakan ini menunjukkan Batam tidak hanya mampu menarik investasi, tetapi juga mengeksekusinya secara lebih cepat, pasti, dan produktif," ujar Amsakar.

Dengan pertumbuhan investasi yang melesat, ekspor yang terus menguat, serta aktivitas logistik internasional yang meningkat signifikan, Batam semakin menegaskan posisinya sebagai motor utama perekonomian Kepulauan Riau sekaligus salah satu pusat pertumbuhan ekonomi paling dinamis di Indonesia.

Ke depan, BP Batam berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan tersebut melalui penguatan layanan investasi, percepatan penyediaan utilitas, peningkatan kepastian berusaha, serta pembangunan ekosistem industri yang berdaya saing dan berkelanjutan.