
Polda Kepri Ungkap Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara
TRANSKEPRI.COM, BATAM – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepulauan Riau melalui Subdit IV PPA mengungkap kasus dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang melibatkan tersangka berinisial TR (49) terhadap korban DS (13).
Pengungkapan kasus ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei dalam konferensi pers di Lobby Ditreskrimum Polda Kepri, Rabu (8/4/2026), didampingi Dirreskrimum Kombes Pol. Ronni Bonic serta jajaran penyidik.
Kasus ini bermula dari laporan keluarga korban yang mencurigai adanya tindakan asusila. Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa terjadi dalam rentang waktu yang cukup panjang sejak korban masih usia dini.
Korban diketahui mulai mengalami tindakan pencabulan sejak tahun 2020 hingga 2022. Tindak pidana kemudian berlanjut hingga tahun 2026, dengan dugaan eksploitasi seksual yang dilakukan berulang kali oleh tersangka.
Kasus ini akhirnya terungkap pada 25 Maret 2026, setelah korban mengirim pesan kepada keluarganya dan mengungkap kondisi yang dialaminya. Pihak keluarga kemudian melakukan pencarian hingga korban berhasil ditemukan.
Dalam menjalankan aksinya, tersangka diduga menggunakan berbagai modus, di antaranya:
Modus tersebut digunakan untuk memanipulasi korban agar menuruti keinginan pelaku.
Dari hasil penggeledahan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain:
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 473 Ayat (4) KUHP tentang persetubuhan terhadap anak di bawah umur, dengan ancaman hukuman 3 hingga 15 tahun penjara.
Sebagai bentuk perlindungan, korban saat ini telah ditempatkan di safe house UPTD PPA Provinsi Kepri. Selain itu, korban juga akan mendapatkan pendampingan psikologis untuk proses pemulihan trauma (trauma healing).
Kabid Humas Polda Kepri mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap bentuk kekerasan atau gangguan kamtibmas di lingkungan sekitar.
Masyarakat dapat mengakses layanan kepolisian melalui:
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan anak serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kekerasan di lingkungan sekitar.