
Polda Kepri dan HMNI Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Selat Malaka
TRANSKEPRI.COM, BATAM – Polda Kepulauan Riau (Kepri) bersama Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) Provinsi Kepri memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan perairan strategis, khususnya di jalur Selat Malaka yang rawan terhadap berbagai aktivitas ilegal lintas negara.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Kerja Kapolda Kepri, Senin (6/4/2026), yang dihadiri langsung oleh Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, didampingi Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, para pejabat utama Polda Kepri, serta jajaran pengurus HMNI.
Kapolda Kepri menegaskan pentingnya komunikasi dan kolaborasi antara aparat kepolisian dengan masyarakat nelayan dalam menjaga stabilitas keamanan laut.
“Wilayah Kepri memiliki posisi strategis di Selat Malaka yang rawan terhadap kejahatan lintas negara. Kami mengajak nelayan untuk bersama menjaga keamanan dan tidak terlibat dalam aktivitas ilegal seperti penyelundupan narkotika maupun tindak pidana lainnya,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran HMNI dalam mengedukasi nelayan terkait bahaya penyalahgunaan jalur laut, termasuk modus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang kerap memanfaatkan jalur tikus.
Sebagai langkah konkret, Polda Kepri akan:
Wakapolda Kepri juga menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan HMNI dalam rangka Hari Nelayan Nasional 2026, termasuk pengamanan kegiatan oleh jajaran Polresta Tanjungpinang.
Dalam pertemuan tersebut, Dirintelkam Polda Kepri menekankan pentingnya deteksi dini terhadap dinamika sosial di masyarakat nelayan, terutama terkait isu kenaikan harga BBM yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas.
Sementara itu, Dirreskrimsus mengingatkan agar distribusi BBM subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Ketua HMNI Kepri menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Polda Kepri dalam menerima aspirasi nelayan serta menegaskan komitmen untuk terus bersinergi menjaga keamanan perairan.
“Kami siap mengedukasi nelayan agar tidak terlibat dalam aktivitas melanggar hukum serta mendukung setiap kegiatan kamtibmas bersama Polri,” ujarnya.
HMNI juga memaparkan rencana kegiatan Hari Nelayan Nasional 2026, seperti seminar nasional, lomba tradisional, dan bazar, sekaligus menyampaikan sejumlah aspirasi terkait keterbatasan armada pengamanan laut, konflik antar nelayan, serta dampak kenaikan harga BBM di wilayah Natuna dan Anambas.
Pada kesempatan terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas.
Masyarakat dapat menghubungi:
Sinergi antara Polda Kepri dan masyarakat nelayan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan perairan sekaligus memperkuat peran Kepri sebagai kawasan strategis nasional yang aman, kondusif, dan berdaya saing maritim.