Polda Kepri Pastikan Ibadah Jumat Agung 2026 Aman, Sterilisasi Gereja Berjalan Maksimal

Sabtu, 04 April 2026

Polda Kepri Pastikan Ibadah Jumat Agung 2026 Aman, Sterilisasi Gereja Berjalan Maksimal

TRANSKEPRI.COM, BATAM – Polda Kepulauan Riau memastikan pelaksanaan ibadah Jumat Agung 2026 di Kota Batam berlangsung aman dan khidmat. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan sterilisasi dan pengamanan intensif di sejumlah gereja prioritas, Jumat (3/4/2026).

Kegiatan pengamanan dimulai sejak pukul 04.45 WIB dengan melibatkan personel Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kepri, pengamanan objek vital, serta personel lalu lintas yang disiagakan di berbagai titik strategis.

Fokus Pengamanan di Sejumlah Gereja

Adapun gereja yang menjadi fokus sterilisasi dan pengamanan di Kota Batam meliputi:

  • Gereja Imanuel Batu Ampar
  • Gereja HKBP Lubuk Baja
  • Gereja HKBP Mahanaim Batu Aji
  • Gereja GBI Gedung Tabgha Batam Center
  • Gereja Santo Damian Bengkong

Pengamanan dilakukan secara terpadu melalui patroli dialogis di sekitar area gereja serta koordinasi aktif dengan pengurus gereja untuk mengantisipasi potensi gangguan sejak dini.

Sterilisasi Sesuai Prosedur Standar

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., menjelaskan bahwa sterilisasi merupakan prosedur standar dalam pengamanan hari besar keagamaan.

“Personel Jibom dari Detasemen Gegana melaksanakan penyisiran secara menyeluruh, baik di dalam maupun di luar gereja dengan menggunakan peralatan khusus, guna memastikan lokasi ibadah benar-benar aman dari potensi ancaman,” ujarnya.

Pengaturan Lalu Lintas dan Pendekatan Humanis

Selain sterilisasi, personel Satlantas juga ditempatkan di titik-titik krusial untuk mengatur arus lalu lintas agar tetap lancar serta mencegah kemacetan di sekitar lokasi ibadah.

Petugas juga memberikan bantuan kepada jemaat, khususnya lansia dan anak-anak, saat menyeberang jalan. Pendekatan humanis turut dikedepankan sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat.

Patroli dialogis juga dilakukan secara intensif dengan melibatkan pengamanan internal gereja sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas.

Situasi Aman dan Kondusif

Berdasarkan hasil pelaksanaan, seluruh rangkaian kegiatan sterilisasi dan pengamanan berjalan aman dan lancar. Tidak ditemukan adanya benda mencurigakan maupun ancaman berbahaya.

“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan rasa aman melalui langkah preventif dan pelayanan humanis. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif,” tambahnya.

Polda Kepri juga mengimbau masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian untuk menghubungi Call Center 110 atau menggunakan aplikasi Polri Super Apps.

Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar guna mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Polri untuk Masyarakat.