Lawan ‘Brainrot’ dan Hoaks, PWI Batam Gelar Workshop Literasi di SMPN 28

Sabtu, 04 April 2026

Lawan ‘Brainrot’ dan Hoaks, PWI Batam Gelar Workshop Literasi di SMPN 28

TRANSKEPRI.COM, BATAM – Perkembangan media sosial yang semakin masif membawa tantangan besar bagi generasi muda, mulai dari maraknya hoaks hingga fenomena brainrot atau “pembusukan otak” akibat konsumsi konten dangkal. Menyikapi hal tersebut, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Batam melalui Bidang Pendidikan kembali menggelar Workshop Literasi dan Pelatihan Jurnalistik ke-15 di SMPN 28 Taman Raya, Kelurahan Belian, Batam Kota, Kamis (2/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium IPA ini diikuti oleh 40 siswa pilihan dari kelas VII dan VIII. Acara dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 28 Batam, Hartati, S.Pd., didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Armen Hidayat.

Dalam sambutannya, Hartati mengingatkan para peserta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan maksimal.

“Saya minta seluruh peserta bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan ini dan aktif bertanya agar pemahaman literasi semakin tajam,” tegasnya.

Apresiasi untuk Dedikasi Kepala Sekolah

Sebelum memasuki sesi materi, suasana hangat terasa saat Tim PWI Batam memberikan penghargaan kepada mantan Kepala SMPN 28 Batam, Boedi Kristijorini, S.S., M.Si., atas dedikasi dan kontribusinya dalam memajukan sekolah.

Perwakilan tim PWI Batam, Harment, turut memimpin doa sebagai bentuk penghormatan.

“Semoga segala dedikasi dan perjuangan yang telah diberikan mendapat balasan kebaikan dan diridhai Allah SWT,” ujarnya.

Edukasi Lawan ‘Brainrot’ dan Hoaks

Dalam sesi utama, Harment memaparkan pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi. Ia menyoroti fenomena brainrot, yakni kondisi menurunnya kemampuan berpikir kritis akibat konsumsi konten tidak berkualitas secara berlebihan.

Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain:

  • Jebakan hoaks: Mudah percaya informasi tanpa verifikasi
  • Obsesi tren: Ingin selalu terlihat kekinian tanpa memperhatikan kebenaran
  • Ledakan emosi: Konten provokatif lebih cepat viral dibanding fakta

“Literasi yang baik adalah kunci agar kita bisa menggunakan media sosial secara bijak dan sehat,” jelas Harment.

Siswa Antusias Ikuti Pelatihan

Pelatihan berlangsung interaktif dengan diskusi aktif antara pemateri dan peserta. Salah satu siswa, Haikal dari kelas VIII, menunjukkan performa menonjol dengan mampu menjawab berbagai pertanyaan secara tepat.

Hal ini menunjukkan potensi literasi yang baik di kalangan pelajar SMPN 28 Batam.

Melalui pelatihan ini, siswa diharapkan tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga agen literasi yang mampu menyaring dan menyebarkan informasi yang bermanfaat.

Didukung Dinas Pendidikan Batam

Program literasi yang dilakukan PWI Batam ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Batam. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, memberikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan kegiatan tersebut.

Sinergi antara organisasi profesi wartawan dan dunia pendidikan dinilai sangat penting dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang kritis, cerdas bermedia sosial, serta berkarakter di era digital.