Pemkab Bintan Bangun Sumur Bor di Tiga Wilayah Terdampak Kekeringan, Target Beroperasi Dua Pekan

Selasa, 31 Maret 2026

Pemkab Bintan Bangun Sumur Bor di Tiga Wilayah Terdampak Kekeringan, Target Beroperasi Dua Pekan

TRANSKEPRI.COM, BINTAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan terus bergerak cepat menangani dampak kekeringan yang telah melanda wilayah tersebut selama lebih dari satu bulan terakhir. Selain menyalurkan air bersih sebagai solusi jangka pendek, Pemkab Bintan kini menyiapkan langkah strategis jangka panjang dengan merencanakan pembangunan sumur bor di tiga wilayah terdampak.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tengah memetakan sumber air baku guna memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat ke depan.

“Prinsipnya solusi tercepat kita upayakan, minimal memenuhi kebutuhan air masyarakat. Hari ini kita cek sumber air baku yang ada, kita petakan langkah strategis untuk antisipasi jangka panjang,” ujar Ronny saat meninjau SPAM IKK Seri Kuala Lobam di Sei Lepan, Senin (30/03/2026).

Tiga Wilayah Prioritas Pembangunan Sumur Bor

Usai peninjauan, Sekda bersama unsur terkait menggelar rapat terbatas guna merumuskan kebijakan strategis. Hasilnya, Pemkab Bintan akan segera membangun sumur bor lengkap dengan penampungan air di tiga wilayah terdampak, yaitu:

  • Kelurahan Tanjung Permai
  • Kelurahan Teluk Lobam
  • Desa Teluk Sasah

Ketiga wilayah tersebut terdampak langsung akibat berhentinya operasional SPAM IKK SKL.

“Sudah kami laporkan ke Pak Bupati dan langsung disetujui. Targetnya, dalam dua pekan ke depan sumur bor ini sudah bisa beroperasi,” jelas Ronny.

Air Gratis 24 Jam untuk Masyarakat

Sumur bor yang dibangun nantinya akan menjadi sumber air bersih gratis bagi masyarakat selama 24 jam penuh. Lokasi sementara pembangunan berada di halaman kantor lurah dan kantor desa di masing-masing wilayah.

Selain itu, Pemkab Bintan juga membuka peluang penambahan titik sumur bor jika diperlukan, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari lokasi awal pembangunan.

“Kita akan lakukan survei lanjutan. Jika ada lokasi lain yang memungkinkan, baik dari sisi lahan maupun kebutuhan masyarakat, tidak menutup kemungkinan akan kita tambah,” tambahnya.

Distribusi Air Bersih Tetap Berjalan

Sambil menunggu pembangunan sumur bor rampung, distribusi air bersih kepada warga tetap dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta dukungan dari Bintan Inti Industrial Estate (BIIE).

Langkah ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat di tengah kondisi kekeringan yang masih berlangsung.

Kajian Jangka Panjang Sumber Air Baku

Untuk solusi jangka menengah dan panjang, Pemkab Bintan juga tengah mengkaji pemanfaatan sumber air baku dari sejumlah waduk. Salah satunya Waduk Kampung Limau di Desa Busung yang dinilai memiliki volume dan kualitas air memenuhi standar teknis SPAM.

Dengan berbagai langkah ini, Pemkab Bintan berharap penanganan krisis air bersih dapat dilakukan secara berkelanjutan dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal.