Ratusan Ton Air Bersih Mulai Disalurkan Pemkab Bintan bagi Warga Terdampak Kekeringan

Jumat, 27 Maret 2026

Ratusan Ton Air Bersih Mulai Disalurkan Pemkab Bintan bagi Warga Terdampak Kekeringan

TRANSKEPRI.COM, BINTAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan mulai menyalurkan ratusan ton air bersih kepada warga terdampak kekeringan yang tersebar di hampir delapan kecamatan. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Bintan Roby Kurniawan usai memimpin Rapat Koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Kamis (26/03/2026).

Sebanyak lebih dari 150 ton air bersih disalurkan oleh 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara swadaya pada hari pertama. Penyaluran ini menjadi solusi jangka pendek guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kondisi kekeringan.

Kegiatan tersebut akan terus berlanjut pada hari berikutnya dengan melibatkan 14 OPD lainnya. Secara keseluruhan, dalam dua hari penyaluran diperkirakan hampir 300 ton air bersih akan didistribusikan ke wilayah-wilayah terdampak.

“Hari ini dan besok kita terus salurkan air bersih. Semua OPD kita porsikan minimal 10 ton, sehingga dalam dua hari ini hampir 300 ton air bersih bisa kita distribusikan. Setelah itu akan kita evaluasi untuk kemungkinan penyaluran lanjutan secara bertahap,” ujar Bupati Roby di Kantor Bupati Bintan.

Roby menjelaskan bahwa penyaluran dilakukan berdasarkan skala prioritas, dengan mendahulukan wilayah yang paling terdampak dan membutuhkan penanganan segera.

Data Pemkab Bintan mencatat sedikitnya 24.479 Kepala Keluarga (KK) terdampak kekeringan dan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi ini diperparah dengan menurunnya volume empat waduk utama yang selama ini menjadi sumber baku air bersih yang dikelola PDAM, bahkan sebagian mengalami kekeringan menyeluruh.

Menurut Roby, langkah distribusi air bersih ini menjadi solusi tercepat sembari pemerintah daerah menyiapkan strategi jangka panjang untuk mengatasi persoalan kekeringan.

“Kami juga meminta peran aktif Lurah, Kepala Desa hingga RT/RW untuk membantu mengoordinasikan penyaluran di lapangan, agar bantuan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa tantangan kekeringan dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dihadapi dengan aksi nyata dan kolaborasi seluruh pihak.

Selain itu, Pemkab Bintan saat ini juga tengah menyusun berbagai langkah strategis jangka panjang guna mengantisipasi musim kemarau yang rutin terjadi setiap awal tahun, berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Beberapa langkah yang kita siapkan di antaranya penambahan sumber baku waduk, pendalaman kapasitas waduk, serta berbagai opsi lainnya. Namun yang terpenting saat ini adalah memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi melalui langkah cepat yang kita lakukan,” pungkas Roby.