
Respons Cepat Kekeringan, Bupati Bintan Instruksikan OPD Gotong Royong Salurkan Air Bersih
TRANSKEPRI.COM, BINTAN – Pemerintah Kabupaten Bintan bergerak cepat merespons kondisi kekeringan yang semakin meluas dengan menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergotong royong menyalurkan air bersih kepada masyarakat terdampak.
Kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Bintan, bahkan hampir seluruh Pulau Bintan, telah menyebabkan gangguan serius terhadap pasokan air bersih. Kemarau panjang disertai minimnya curah hujan sejak awal tahun membuat waduk-waduk sumber air baku milik PDAM mengalami penyusutan drastis, bahkan satu di antaranya dilaporkan kering total.
Berdasarkan paparan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kekeringan meteorologis di Pulau Bintan bukan pertama kali terjadi. Data historis mencatat kondisi serupa pernah terjadi pada tahun 1997, 2010, 2014, 2015, 2019, 2020, dan kembali terulang pada tahun 2026. Bahkan, kekeringan tahun ini disebut memiliki tingkat keparahan yang mendekati kondisi ekstrem pada 1997 dan 2015.
Secara geografis, curah hujan di Bintan memang cenderung rendah pada periode Februari hingga Maret dan akan kembali normal pada April hingga Mei. Namun, kondisi cuaca tahun ini memperburuk situasi hingga berdampak pada menurunnya volume air waduk serta cadangan air tanah di sumur-sumur warga.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Bintan Roby Kurniawan dalam Rapat Koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan lintas sektoral langsung mengeluarkan instruksi sebagai langkah tanggap darurat. Ia meminta seluruh OPD untuk dibagi berdasarkan wilayah kecamatan dan segera menyusun skema distribusi air bersih.
“Saya minta hari ini langsung dibagi OPD yang bertanggung jawab di kecamatan mana saja. Disusun skema penyalurannya, termasuk Camat dan Lurah untuk memperbarui data warga terdampak. Kita kolaborasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas serta lintas sektoral lainnya di lapangan,” ujar Roby dalam arahannya di Ruang Rapat II Kantor Bupati Bintan, Rabu (25/3/2026).
Penyaluran air bersih akan dilakukan dengan memanfaatkan seluruh sarana dan prasarana yang tersedia, termasuk dukungan dari pihak swasta. Pemerintah daerah juga berupaya mengoptimalkan sumber air alternatif di luar sistem PDAM sebagai solusi jangka pendek.
“Kita masih punya sumber air lain selain PDAM. Manfaatkan semua potensi yang ada, ini langkah cepat yang harus segera dilakukan,” tambahnya.
Sementara itu, data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan mencatat sebanyak 24.479 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi ini terjadi hampir di seluruh kecamatan, kecuali Kecamatan Mantang dan Tambelan yang masih relatif terkendali.
Selain distribusi air bersih, Pemerintah Kabupaten Bintan juga mendukung upaya modifikasi cuaca sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi kekeringan. Tidak hanya itu, Bupati Roby juga mengajak masyarakat untuk melaksanakan salat Istisqa sebagai bentuk doa memohon turunnya hujan.
“Jalur darat kita suplai air bersih, jalur udara kita upayakan modifikasi cuaca, dan kita lengkapi dengan ikhtiar melalui salat Istisqa. Kita mulai di Kantor Bupati, lalu dilanjutkan di kecamatan. Semoga ikhtiar dan doa kita diijabah agar kondisi kembali normal,” pungkasnya.