
Gerbang Tol, Jakarta-Cikampek (Japek). (net)
TRANSKEPRI.COM.JAKARTA- Sebuah video yang memperlihatkan truk sumbu tiga dikawal oleh oknum anggota TNI di ruas jalan tol viral di media sosial. Kejadian ini langsung menyita perhatian publik, terutama di tengah masa arus mudik Lebaran.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah kendaraan truk sumbu tiga membawa kontainer melintas di jalur tol Jakarta-Cikampek (Japek). Dari video yang beredar tertulis keterangan tempat berada di Kecamatan Telukjambe, Kabupaten Karawang pada Rabu (18/3) sekitar pukul 17.00 WIB.
Masih dalam video itu, awalnya terlihat ada beberapa kendaraan truk muatan besar melintas di jalan tol. Truk tersebut kemudian dihampiri aparat kepolisian dan meminta truk untuk keluar jalur tol.
"Keluar, keluar;" ucap salah seorang petugas dalam video itu.
Tak lama, video kemudian menyorot salah seorang pria berseragam TNI. Diduga oknum TNI tersebut 'mengawal' jalannya truk tersebut.
"Bang keluar aja," ujar anggota polisi kepada oknum TNI berseragam.
"Bang ke Karawang doang bang ke Karawang," ucap oknum TNI menimpali.
"Udah keluar, keluar, keluar," kata polisi lagi.
Anggota polisi tersebut kemudian menyorot sopir truk trailer. Dia meminta sopir truk mengarahkan kendaraanya ke lajur keluar tol.
"Ini nih yang dimaksud zebra satu, rombongan banyak lanjut dikeluarkan," kata polisi itu.
"Ayo, kamu sudah salah nggak bisa ini di SKB. sopirnya ini ngeyel. Ayo keluar. Ayo pak keluar," ucap polisi lagi.
Di akhir video, anggota polisi kemudian menghitung jumlah truk. Total ada delapan truk.
"Demikian komandan yang dapat kami laporkan. kendaraan sumbu tiga trailer, 8 KR (kendaraan) trailer berhasil dikeluarkan," ucap petugas.
Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Jawa Barat, Hendra Rochmawan, memastikan bahwa truk tersebut tetap ditindak sesuai aturan. Meski sempat terjadi penolakan dari sopir dan adanya pengawalan, kendaraan berat itu tetap dikeluarkan dari jalan tol.
"Namun di samping ada yg ditindak persoalan bandelnya sumbu tiga ini pengusaha dan sopir truk serta tronton ada yang dikawal oleh oknum TNI namun demi kelancaran dan perlindungan kepada para pemudik dan ketegasan anggota di lapangan oknum TNI ini tidak bisa berbuat pelanggaran," kata Hendra, Kamis (19/3/2026).
Selama periode pengawasan arus mudik, kepolisian memang memperketat penindakan terhadap kendaraan angkutan barang bertonase besar. Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat, lebih dari 1.700 truk dan kontainer telah ditilang karena melanggar aturan pembatasan operasional.
Hendra mengakui, hingga kini masih ditemukan kendaraan sumbu tiga yang nekat melintas, baik di jalur tol maupun arteri. Bahkan, sebagian di antaranya dioperasikan oleh perusahaan yang tidak mematuhi kebijakan pembatasan.
Menurutnya, keberadaan truk besar di jalur mudik berpotensi menimbulkan kemacetan karena dimensinya yang besar serta kecepatan yang lebih lambat dibanding kendaraan pribadi. Selain itu, kondisi ini juga dapat mengganggu kelancaran perjalanan para pemudik.
"Keberadaan truk dan kontainer tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kemacetan lalu lintas, terutama karena dimensi kendaraan yang besar serta kecepatan yang relatif lebih lambat dibanding kendaraan pribadi. Kondisi ini juga dapat mengganggu kelancaran arus kendaraan pemudik yang tengah melintas menuju berbagai daerah tujuan," ungkapnya.
Untuk itu, kepolisian akan terus meningkatkan sosialisasi kepada perusahaan angkutan barang, sekaligus memperketat pengawasan di lapangan.
"Untuk itu, Polda Jawa Barat melalui jajaran lalu lintas akan meningkatkan sosialisasi, informasi, dan edukasi kepada perusahaan angkutan barang agar mematuhi aturan yang berlaku. Selain itu, pengawasan dan penindakan di lapangan juga akan terus diperketat guna memastikan kelancaran dan keselamatan arus lalu lintas selama periode mudik," tuturnya.
Kapolda Jawa Barat, Rudi Setiawan, menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi bagi pelanggaran kendaraan sumbu tiga selama masa mudik.
"Penindakan tegas akan terus dilakukan karena selain berpotensi membahayakan keselamatan pemudik, keberadaan kendaraan berat tersebut juga kerap menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kemacetan di jalur tol maupun arteri di wilayah Jawa Barat," pungkasnya. (*)