Puslitbang Polri Teliti Optimalisasi Almatsus Dalmas dan Peran Polri dalam Ketahanan Pangan di Polda Kepri

Selasa, 03 Maret 2026

Puslitbang Polri Teliti Optimalisasi Almatsus Dalmas dan Peran Polri dalam Ketahanan Pangan di Polda Kepri

TRANSKEPRI.COM, BATAM – Puslitbang Polri melaksanakan penelitian strategis di Polda Kepulauan Riau terkait optimalisasi Almatsus Dalmas dan penguatan peran Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kegiatan berlangsung di Rupatama Polda Kepri, Senin (2/3/2026).

Penelitian ini mengusung dua fokus utama, yakni “Optimalisasi Almatsus Dalmas Polri Guna Penanganan Unjuk Rasa Berpotensi Konflik Dalam Rangka Mewujudkan Harkamtibmas” serta “Peran Polri Dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan Guna Mewujudkan Swasembada Pangan.”

Kegiatan tersebut dihadiri Karo SDM Polda Kepri, Ketua Tim Puslitbang Polri Kombes Pol. Guno Pitoyo, S.I.K., M.H., narasumber eksternal dari Universitas Indonesia Prof. Dr. Suryadi, M.T., Wadir Samapta Polda Kepri, personel Ditsamapta, Logistik, hingga Spripim Polda Kepri.

Dalam sambutannya, Kombes Pol. Andy Pramudya Wardana, S.I.K., M.M., M.A.P., CPHR., CBA., menyampaikan bahwa penelitian ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi konkret guna meningkatkan efektivitas penggunaan Almatsus Dalmas serta mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah hukum Polda Kepri.

Sementara itu, Ketua Tim Penelitian Kombes Pol. Guno Pitoyo menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menggali data dan masukan terkait optimalisasi peralatan Dalmas sekaligus mengkaji peran Polri dalam mendukung program ketahanan pangan. Ia berharap seluruh narasumber dan responden dapat memberikan kontribusi aktif dan konstruktif selama proses penelitian.

Dalam aspek Almatsus Dalmas, Puslitbang Polri menyoroti pentingnya penggunaan alat material khusus secara bertahap melalui pendekatan preemtif, preventif, persuasif, dan humanis. Peralatan tersebut meliputi helm, tameng, tongkat, body protector, kendaraan taktis seperti AWC dan APC, hingga senjata non-mematikan guna menjamin keselamatan personel sekaligus tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Namun demikian, terdapat sejumlah tantangan, seperti keterbatasan jumlah peralatan, kondisi yang kurang optimal, kebutuhan penyesuaian terhadap dinamika eskalasi situasi, kurangnya pemeliharaan rutin, serta perlunya peningkatan pelatihan personel agar adaptif terhadap karakteristik unjuk rasa modern.

Selain itu, penelitian juga menyoroti kontribusi Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sebagai bagian dari RPJMN 2025–2029. Peran tersebut tidak hanya pada aspek pengamanan, tetapi juga melalui pemanfaatan pekarangan bergizi, optimalisasi lahan produktif, pengawasan distribusi pangan, serta rekrutmen Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) Pertanian.

Pendekatan ini menunjukkan transformasi peran Polri sebagai fasilitator dan koordinator lintas sektor dalam menjaga stabilitas wilayah produksi serta distribusi pangan guna mewujudkan swasembada pangan nasional.

Penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dengan metode pengisian kuesioner daring kepada responden internal pengguna Almatsus Dalmas serta wawancara mendalam (indepth interview) kepada informan terkait.

Terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., mengimbau masyarakat yang membutuhkan layanan kepolisian atau ingin menyampaikan pengaduan agar menghubungi Call Center 110 yang aktif 24 jam, maupun memanfaatkan aplikasi Polri Super Apps yang tersedia di Google Play Store dan App Store.