
Polda Kepri Gelar Latpraops Keselamatan Seligi 2026, Siapkan Personel Wujudkan Lalu Lintas Aman dan Tertib Kamis (29/1/2026).
TRANSKEPRI.COM, BATAM – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) Keselamatan Seligi 2026 yang dipusatkan di Gedung Lancang Kuning (GLK) Polda Kepri, Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan personel menjelang pelaksanaan Operasi Keselamatan Seligi 2026.
Latpraops tersebut dipimpin oleh Karo Ops Polda Kepri Kombes Pol Taswin, S.I.K., M.H., bersama Dirlantas Polda Kepri Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, S.I.K., M.H., serta dihadiri Pejabat Utama Ditlantas Polda Kepri dan seluruh peserta Latpraops Keselamatan Seligi 2026.
Dalam sambutannya, Karo Ops Polda Kepri Kombes Pol Taswin menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Seligi 2026 merupakan kegiatan strategis di awal tahun yang menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju Operasi Ketupat 2026. Operasi ini difokuskan pada pembentukan perilaku tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.
“Operasi keselamatan di awal tahun 2026 ini merupakan rangkaian menjelang Operasi Ketupat. Harapan kami, masyarakat Kepri semakin tertib dan teratur sebagai pengguna jalan sehingga angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan,” ujar Kombes Pol Taswin.
Ia menekankan pentingnya kesiapan seluruh personel agar pelaksanaan operasi berjalan optimal, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi keamanan serta keselamatan berlalu lintas di wilayah Kepulauan Riau.
Sementara itu, Dirlantas Polda Kepri Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat dalam arahannya menyampaikan bahwa seluruh personel wajib memahami objek pengamanan operasi, meliputi orang, barang, benda, tempat, dan lokasi. Operasi Keselamatan Seligi 2026 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026.
Operasi ini melibatkan empat satuan tugas utama, yakni satgas preemtif, preventif, penegakan hukum (gakkum), dan bantuan operasi (banops) yang telah disiapkan secara terpadu.
Dirlantas juga menekankan pentingnya membangun budaya keselamatan berlalu lintas sebagai upaya menyelamatkan nyawa manusia sebelum memasuki masa Operasi Ketupat.
Berdasarkan data Gakkum Ditlantas Polda Kepri, hingga tahun 2025 terdapat 28 unit perangkat Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang aktif, baik statis maupun mobile. Selama dua tahun terakhir, penindakan pelanggaran melalui ETLE menunjukkan peningkatan efektivitas.
Pada tahun 2024, tercatat 503.835 pelanggaran terekam ETLE, dengan 4.837 surat tilang terkirim dan 2.711 pelanggaran berujung e-tilang. Sementara pada tahun 2025, jumlah pelanggaran yang terekam menurun menjadi 210.131 kasus, namun tingkat konfirmasi meningkat menjadi 10.999 surat tilang terkirim dan 2.369 pelanggaran ditindak melalui e-tilang. Data tersebut menunjukkan meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas.
Namun demikian, data kecelakaan lalu lintas selama dua periode Operasi Keselamatan terakhir masih menjadi perhatian. Tercatat terjadi peningkatan kecelakaan sebesar 13 persen atau naik enam kasus. Jumlah korban meninggal dunia meningkat 25 persen, korban luka berat naik 18 persen, dan korban luka ringan meningkat 10 persen. Kerugian materil akibat kecelakaan juga meningkat sekitar 23 persen atau mencapai Rp27 juta.
Sebagian besar kecelakaan terjadi di wilayah perkotaan, dengan korban didominasi usia produktif 15–34 tahun dan kendaraan roda dua sebagai penyumbang terbesar insiden.
Ditlantas Polda Kepri menegaskan komitmennya untuk terus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas melalui penegakan hukum berbasis teknologi ETLE, pemanfaatan Integrated Road Safety Management System (IRSMS), serta peningkatan sosialisasi dan kerja sama lintas instansi.
Melalui Operasi Keselamatan Seligi 2026 yang akan digelar pada 2–15 Februari 2026, diharapkan kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat, demi mewujudkan Kepri yang aman, tertib, dan selamat di jalan raya.