Bersama Melawan Virus Corona

Jumat, 27 Maret 2020

Suyito S.sos, Msi

Oleh, SUYITO S.Sos, M.si
(Program Doktor Unisza Malaysia)

 

Mewabahnya corona virus 19 didunia saat ini membuat efek yang luar biasa. Semua negara sedang perang menghadapi mewabahnya covid 19 ini. Mengenai jumlah dan angka yang terkena covid 19 di negara-negara memang berbeda-beda.

Di Indonesia update terakhir kamis 26 maret 2020 bertambah lagi 103 pasien, jadi total ada 893 kasus Covid 19 di negara ini. 

Literature review

Nicholas J Long (2020) dalam artikelnya From social distancing to social Containment: Reimagining sociality for the coronavirus pandemic membahas sangat detail tentang menata ulang dari bentuk sosialita kita saat ini yang sudah mapan, social distancing atau lockdown bukanlah satu-satunya cara untuk dilakukan.

Long menawarkan “ Social Containment” cara-cara baru hidup dan bersosialisasi yang baru ditengah pandemic coronavirus 19 saat ini. karena menurut Nicholas social distancing or locking down membawa biaya tinggi dan tidak untuk jangka panjang.

Jennifer Beam Dowd (2020) artikelnya membahas tentang Demographic Science Aids In Understanding the Spread and Fatality Rates of Covid-19. Artikel ini menjelaskan pentingnya demografi, khususnya bagaimana struktur usia suatu populasi dapat membantu menjelaskan perbedaan dalam tingkat kematian di berbagai negara dan bagaimana penyebarannya.

Penelitian ini fokus pada peran struktur usia dalam kematian di italia dan korea selatan. Sehingga kebijakan social distancing atau kebijakan lain harus mempertimbangkan komposisi lokal dan nasional.

Jon Cohen (2020) dengan artikel yang berjudul “ Countries test tacties in “war’ against Covid 19. Ini menjelaskan bagaimana negara-negara di erova untuk memperlambat penyebaran corona virus 19 menerapkan langkah-langkah ketat, tetapi langkah-langkah kebijakan sangat bervariasi antar negara karena setiap negara tentu saja sangat berbeda dalam fase epidemic, perbedaan dalam sumber daya, budaya, pemerintah, dan hukum.

Kemudian ada juga yang bingung tentang apa yang paling berhasil, dan bagaimana menyeimbangkan apa yang perlu dengan apa yang masuk akal.

Manuel Dayrit (2020) juga membahas artikelnya tentang “Social Cohesion vs COVID 19. Artikel ini membahas tentang control terhadap penyakit menular yang sangat mematikan seperti COVID 19 dapat sangat dianggap sebagai barang public global.

Control yang lebih efektif juga dapat mencegah  gangguan sosial dan ekonomi yang parah. Mengontrol penyebaran penyakit menular di dalam dan lintas perbatasan membutuhkan kohesi sosial yang kuat atau kesatuan tujuan di sekitar tantangan aksi kolektif ini.

Viet-Phuong La (2020) artikelnya membahas tentang “Policy response, social media and science journalism for the sustainability of the public health system amid COVID 19 outbreak: the Vietnam Lesson.

Artikel ini menjelaskan tentang situasi dalam hal respon kebijakan Vietnam,media sosial dan journalisme sains.

Ini menyumbangkan pelajaran berharga bagi suatu negara dalam perang serentak melawan pandemic COVID 19 melalui pengembangan kerja sama yang tulus antara pemerintah, masyarakat sipil dan individu.

Analysis Negara harus kuat melawan corona virus 19 pandemi, walaupun saat ini update terakhir sudah bertambah lagi pasien menjadi 103, sumbagan dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. 

Artinya social distancing atau pembatasan social di daerah memang masih belum maksimal dilakukan oleh masyarakat, karena memang pembatasan sosial atau social distancing tidak bisa untuk jangka panjang. Karena secara sosiologis social life yang sudah mapan di masyarakat agak cenderung susah mau merubahnya.

Efek dari social distancing atau locking down memang biaya tinggi, karena kita harus berdiam diri di rumah tanpa aktivitas selama yang ditentukan oleh pemerintah. 

Kemudian pentingnya data demografi disetiap daerah ini sangat membantu sekali dalam melihat penyebaran kematian didaerah. kalau bisa disetiap daerah harus tranparansi dalam memberikan informasi tentang jumlah kematian akibat mewabahnya covid 19 ini.

Struktur usia juga harus dijadikan pertimbangan dalam membuat kebijakan didaerah. langkah-langkah ketat harus segera dilakukan didaerah dengan tetap mempertimbangkan fase epidemic, sumber daya dan budaya masyarakatnya, kebijakan pemerintah dan penegakan hukumnya.

Keterlekatan masyarakat atau cohesi social harus dikontrol ketat sesuai dengan mewabahnya Covid 19 dengan fase epidemicnya. Dan yang tak kalah pentingnya dalam perang melawan Corona virus 19 ini harus ada kesatuan yang kompak antara pemerintah,masyarakat sipil dan individu.

Recommendation

Di daerah-daerah baik itu provinsi, kabupaten maupun kota, harus memperhatikan fase pandemic Virus Corona 19 ini, karena disetiap daerah tidak sama persis proses penyebarannya. Keterlekatan masyarakat di dalam komunitas dan pola interaksinya juga harus dikontrol ketat oleh pemerintah, karena ini juga menjadi perantara semakin mewabahnya virus corona ini.

Pemerintah harus cepat mengeluarkan sebuah kebijakan yang disesuaikan dengan fase pandemic dari virus corona tersebut dengan tetap mempertimbangkan struktur usia saat memberlakukan social distancing or phsycal distancing. Daerah –daerah harus terbuka dan transparan dalam memberikan informasi tentang kematian yang disebabkan oleh mewabahnya virus corona ini. 

Pemerintah didaerah dalam melakukan perang terhadap virus corona ini juga harus menyiapkan sarana dan prasarana seperti masker, pembersih tangan yang standard dan harus tersedia untuk masyarakat. Karena kalau ingin perang melawan Covid 19 ini harus kompak antara pemerintah, masyarakat dan individunya. Karena selain itu tentu saja para dokter dan perawat harus lebih didahulukan perlengkapan perang melawan Covid 19.***