Penembakan Massal Terjadi Lagi di Amerika, 22 Meninggal dan Sedikitnya 60 Terluka

Jumat, 27 Oktober 2023

Sebanyak 22 orang meninggal dunia dalam insiden penembakan massal di Lewiston, Maine, negara bagian Amerika Serikat, Rabu (25/10) malam waktu setempat. (net)

TRANSKEPRI.COM.JAKARTA- Sebanyak 22 orang meninggal dunia dalam insiden penembakan massal di Lewiston, Maine, negara bagian Amerika Serikat, Rabu (25/10) malam waktu setempat. 

Sekitar 50 hingga 60 orang mengalami luka-luka. Belum diketahui berapa pastinya orang yang terluka akibat tembakan, menurut seorang sumber kepada CNN.

Angka ini disebut masih akan terus berubah.

Menurut surat kabar The Sun Journal, penembakan itu terjadi di sejumlah lokasi yakni Sparetime Recreation, area bowling di Mollison Way serta di Schemengees Bar & Grille Restaurant di Lincoln Street.

Penembakan juga dilaporkan terjadi di Pusat Distribusi Walmart di Alfred A. Plourde Parkway di Lewiston.

Kantor Sheriff Androscoggin County, menyatakan tersangka penembakan hingga kini masih menjadi buron.

"Kami meminta semua bisnis untuk tutup sementara selama kami menyelidiki," demikian pernyataan kantor kepolisian, Rabu malam.

Dalam unggahan di Facebook, polisi merilis foto tersangka yang mengenakan pakaian coklat sambil memegang senapan serbu bertenaga tinggi.

Polisi juga membagikan gambar kendaraan tersangka yang mereka buru. Mobil itu tampaknya SUV putih kecil dengan bumper depan yang diyakini dicat hitam.

Polisi Negara Bagian Maine telah mengonfirmasi kepada CNN bahwa itu mobil tersangka.

"Harap tenang di dalam rumah Anda dengan pintu terkunci," imbau polisi di Facebook.

Lewiston berjarak sekitar 36 mil utara Portland dan merupakan kota terbesar kedua di Maine.

Insiden ini turut menjadi perhatian hingga ke kota terdekat, Auburn, yang berlokasi kurang dari 2 mil barat dari Lewiston.

Pejabat Kota Auburn mendesak warganya berlindung di rumah karena situasi yang belum kondusif.

Gubernur Maine, Janet Mills, sejauh ini juga telah mendesak warga untuk mengikuti arahan otoritas lokal dan pusat.

"Saya akan terus memonitor situasi dan melakukan kontak dekat dengan pejabat keamanan publik," katanya di Facebook. (cnni)