Rishi Sunak Jabat PM Inggris, Jokowi Ucapkan Selamat

Rabu, 26 Oktober 2022

Rishi Sunak

TRANSKEPRI.COM.JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) melayangkan ucapan selamat kepada Rishi Sunak yang baru dilantik sebagai Perdana Menteri Inggris pada Selasa (25/10). Sunak menggantikan Liz Truss yang memutuskan mundur meski baru 45 hari menjabat.

Dalam kicauannya di Twitter, Jokowi berharap hubungan bilateral Indonesia-Inggris bisa semakin erat di era kepemimpinan Sunak. Ia juga mengundang PM Inggris keturunan India pertama itu untuk hadir di KTT G20 di Bali pada 15-16 November mendatang.

"Selamat kepada Perdana Menteri @RishiSunak. Mari kita bekerja sama untuk memperkuat kemitraan Indonesia-Inggris, termasuk mendorong perdamaian dan kesejahteraan dunia," ucap Jokowi.

"Kami sangat menunggu untuk menyambut Anda di KTT G20 di Bali bulan depan," paparnya.

Sunak, eks Menteri Keuangan era Boris Johnson, meraih posisi PM Inggris setelah satu-satunya rival, Penny Mordaunt, mengundurkan diri dari pencalonan.

Congratulations to Prime Minister @RishiSunak. Let us work together to advance Indonesia-UK Partnership, as well as to promote world peace and prosperity.

Look forward to welcoming you at the G20 Summit in Bali next month.

— Joko Widodo (@jokowi) October 26, 2022

 

Di India, Sunak lebih dikenal karena istrinya, Akhshata Murty. Dia adalah putri taipan India, Narayana Murthy, miliarder salah satu pendiri grup teknologi informasi Infosys.

Awal tahun ini, Sunday Times Rich List memasukkan Sunak dan Murty sebagai 250 orang paling tajir di Inggris. Dikutip CNN, koran tersebut memperkirakan pasangan itu memiliki kekayaan senilai US$826 juta atau Rp12,8 triliun.

Sunak menjadi salah satu politikus Inggris yang populer di media sosial. Karena aktivitasnya di medsos yang terkenal ramah, Sunak pun mendapat julukan media "Rishi Dishy".

Para oposisi Sunak kerap mengkritik dirinya sebagai keturunan imigran yang tidak paham mengurus Inggris. Hingga tahun lalu, Sunak pun masih memegang Green Card Amerika Serikat. Para pengkritik pun mempertanyakan kesetiaan Sunak terhadap Inggris.

Di awal pencalonannya sebagai PM Inggris hingga beberapa putaran pertama pemilihan, Sunak menjadi kandidat paling dijagokan Partai Konservatif. Sunak terus mendulang suara paling banyak dalam beberapa putaran pertama pemilihan PM pengganti Johnson.

Namun, ia harus kalah dari Liz Truss yang saat itu meraup suara mayoritas partai dalam putaran terakhir pemilihan. **