Formula One Jajaki Gunakan Sirkuit Mandalika

Rabu, 16 Februari 2022

Sirkuit Mandalika

TRANSKEPRI.COM.JAKARTA-  Perwakilan Formula One (F1) tertarik menggelar balap jet darat tersebut di Sirkuit Mandalika, Lombok.

Bahkan F1 menyebut sangat besar potensinya untuk menggelar balapan di sana.

Hal tersebut terungkap dari kunjungan perwakilan promotor F1 Gerwin Geran yang meninjau langsung Sirkuit Mandalika usai dijadikan ajang tes pramusim MotoGP 2022.

Rupanya kunjungan tersebut merupakan kelanjutan dari pertemuan perwakilan Pemprov NTB dengan penyelenggaraan F1 di Abu Dhabi beberapa waktu lalu.

Gerwin Geran menyatakan, Sirkuit Mandalika telah memenuhi syarat untuk gelaran balapan jet darat tersebut.

“Sangat besar kemungkinan F1 diselenggarakan di Mandalika,” katanya usai bertemu Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Senin, 14 Februari 2022.

Dia juga kagum dengan keindahan lokasi dibangun Sirkuit Mandalika di KEK Mandalika. Jadi tidak salah jika penyelenggaraan F1 dilaksanakan di Sirkuit Mandalika yang juga telah dipilih sebagai lokasi event MotoGP 2022 oleh Dorna Sports. Karena memang lokasinya cukup indah.

“MotoGP senang, itu sirkuit terindah di dunia. Formula 1 juga senang. Sirkuit Mandalika sangat cantik dan indah. Mandalika mantap,” ucapnya.

Sementara Gubernur NTB, Zulkieflimansyah juga mengaku jika dari kesiapan Sirkuit Mandalika sudah sangat siap jika dijadikan tuan rumah dalam event F1.

“Kita di Mandalika lebih dari siap untuk dijadikan tuan rumah Formula One (F1). Tapi yang paling penting commitment fee-nya yang besar. Lebih mahal dari MotoGP,” katanya dilansir radarlombok.co.id.

Gubernur hanya berharap besar Sirkuit Mandalika segera menjadi tempat gelaran balap F1. Karena Sirkuit Mandalika sudah memenuhi syarat untuk menjadi lokasi balapan jet darat. Meski harus ada yang perlu modifikasi dari sisi sirkuitnya tapi terlalu banyak. Karena motor sama mobil tentu ada yang beda yang harus dibenahi model Sirkuitnya.

“Tapi kita berharap sih 2023. Karena sirkuitnya sudah ada dan memenuhi syarat. Tinggal negosiasi tentang commitment fee-nya saja dan kita tidak mau bebani negara berlebihan juga, lihat situasi ajalah. Kalau sudah Covid nya sudah reda dan MotoGP sukses kemungkinan besar bisa sih (2023),” harapnya. (tm)