Gol Messi di Fase Grup Liga Champions Dinobatkan Sebagai yang Terbaik

Sabtu, 18 Desember 2021

Pesepakbola, Lionel Messi

TRANSKEPRI.COM.JAKARTA- Pemain depan Paris Saint-Germain Argentina Lionel Messi merayakan mencetak gol kedua timnya selama pertandingan sepak bola babak pertama grup A Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Manchester City, di The Parc des Princes, di Paris, pada 28 September. 2021.

Leo Messi memenangkan penghargaan gol terbaik di Liga Champions pada fase grup.

Upaya Lionel Messi untuk mencetak gol bagi Paris Saint-Germain saat melawan Manchester City telah terpilih sebagai Gol Liga Champions terbaik pada fase grup.

Gol itu adalah gol pertama Messi untuk PSG setelah bergabung dengan status bebas transfer.

PSG saat itu unggul 1-0 setelah gol pembuka pada menit kedelapan dari gelandang Idrissa Gueye ketika Messi, pada menit ke-74, memainkan umpan satu-dua yang apik dengan Kylian Mbappe di tepi kotak penalti.

Mbappe, melakukan umpan backheel ke jalur Messi sebelum pemain Argentina itu melepaskan tendangan kaki kiri yang tak terbendung ke sudut kanan atas melewati Ederson yang tak berdaya di gawang Man City.

Dengan gol itu, Messi mengumpulkan 22 persen suara - lebih dari 200 ribu suara - mengalahkan gol dari Thiago Alcantara dan Robert Lewandowski, yang masing-masing memperoleh 14 persen dan 13 persen.

Thiago melakukan tendangan voli yang menakjubkan ke sudut kanan bawah untuk Liverpool dalam kemenangan 2-0 mereka atas Porto di Anfield.

Sementara Lewandowski melepaskan tendangan salto spektakuler dalam kemenangan tandang 2-1 Bayern Munich atas Dynamo Kiev.

Gol Pertama Messi di PSG

Gol yang terpilih sebagai gol terbaik itu di fase grup Liga Champions itu adalah gol pertama Lionel Messi di PSG.

Messi akhirnya bisa bernapas lega setelah mencetak gol pertama untuk Les Parisiens saat bermain dalam laga melawan Manchester City di Liga Champions.

PSG bertemu dengan Manchester City pada matchday 2 Grup A Liga Champions 2021-2022 pada Selasa (28/9/2021) malam waktu setempat.

Laga itu berlangsung di markas PSG, Stadion Parc des Princes, dan dimenangkan tim tuan rumah dengan skor 2-0.

Gol pertama PSG dalam pertandingan tersebut dicetak oleh gelandang mereka, Idrissa Gueye, pada menit ke-8.

Berawal dari Kylian Mbappe yang coba mengirim umpan dari kanan, Neymar yang menjadi tujuan umpan itu gagal melepas tendangan.

Tepat di belakang Neymar ada Idrissa Gueye yang mengontrol bola dan melepas sepakan kaki kiri menghunjam gawang Manchester City yang dikawal Ederson.

Sementara itu, Lionel Messi yang menjadi starter untuk PSG, tidak banyak berkontribusi dalam pertandingan tersebut.

Sepanjang laga, Lionel Messi hanya melepaskan satu tembakan.

Akan tetapi, tembakan yang tercipta pada menit ke-74 itu cukup untuk menggandakan keunggulan PSG.

Diawali kerja sama satu-dua dengan Kylian Mbappe, Lionel Messi yang berada di dekat kotak penalti langsung melepaskan sepakan kaki kiri.

Tembakan yang dibuat dari luar kotak penalti itu melesat ke pojok kiri atas gawang Ederson.

Kiper Manchester City itu tampak tidak menduga arah tembakan Messi sehingga saat bola mengarah ke gawang, Ederson hanya bisa terpaku.

Ini merupakan gol perdana Messi bersama PSG.

Sebelumnya, Lionel Messi sudah bermain dalam empat pertandingan bersama PSG tapi selalu gagal memasukkan bola ke gawang lawan.

Skor 2-0 bertahan sampai akhir laga, dan PSG pun menang atas tim Liga Inggris tersebut.

Seusai laga, pelatih Manchester City, Pep Guardiola, memberikan komentar terkait pertandingan tersebut sekaligus memberikan pujian untuk seorang Messi.

Pep Guardiola, yang pernah bekerja bareng Messi sebagai pelatih di Barcelona antara 2008 sampai 2012, terkesan dengan permainan bomber 34 tahun tersebut.

Menurut Guardiola, Messi tidak banyak membuat sentuhan dalam laga itu.

Namun, begitu dapat kesempatan menguasai si kulit bulat, anak asuhnya itu sulit dikontrol bahkan tidak bisa dihentikan.

"Pertama-tama, kami mampu mengatasi permainan PSG," ujar Guardiola seperti dikutip BolaSport.com dari Sky Sports.

"Akan tetapi, kami tahu bahwa kami tidak mungkin mengontrol Leo selama 90 menit."

"Dia tidak banyak menyentuh bola - tentu saja dia kembali dari cedera, dia membutuhkan sedikit ritme - tetapi kami tahu betul kapan dia bisa berlari dan mendekati bola, dia tak tak bisa dihentikan."

"Apa yang telah kami lakukan adalah meminimalkan, sebanyak mungkin, lawan mendapat opsi semacam ini dan menciptakan peluang yang bisa kami ciptakan dan saya puas dengan cara kami bermain."

"Orang-orang tidak dapat menyangkal bahwa kami menunjukkan permainan khas kami di sana. Kami tiba di sini, kami melakukan permainan kami, tetapi selalu ada risiko ketika Anda kehilangan bola."

"Sebab mereka dapat membuat satu umpan, terutama dengan Marco Verratti, pemain istimewa, luar biasa, dan melakukan kontak dengan Neymar dan Messi, dan mereka bisa berlari, itu sulit."

"Kami melakukan permainan yang sangat bagus, tetapi kami seharusnya mencetak gol dan kami tidak melakukannya. Itu sebabnya kami kalah," pungkas Guardiola. (tm)