Gubernur Kepri Tampil di Baliho Tanpa Sertakan Wagub, Dinilai Tak Elok

Kamis, 11 November 2021

Baliho Pemprov Kepri di Bundaran Kabil yang menampilkan foto Gubernur Kepri, Ansar Ahmad

TRANSKEPRI.COM.BATAM- Sejak beberapa hari terakhir muncul baliho pada sejumlah titik di Batam yang menampilkan foto Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Memang sekilas tak ada yang janggal dari baliho itu. Namun jika dicermati dan dipahami secara seksama, baru diketahui terdapat kejanggalan dari baliho tersebut.

"Wah, saya baru lihat ada baliho Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, salahsatunya dipasang di bundaran Kabil, Batam. Sekilas tak ada yang janggal, namun dengan tidak disertakannya foto wakil gubernur (wagub), baru saya menyadari di situ ada kejanggalan," ujar Joni Pangalila tokoh pemuda Tanjungpiayu, Batam, Kamis (11/11/21).

Menurut Joni, pemasangan baliho yang tanpa menyertakan Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina tersebut, tentu sangat tidak elok dilihat oleh masyarakat, apalagi belum lama ini sempat mencuat adanya keretakan hubungan gubernur dan wakil gubernur.

"Saran saya, sebaiknya Pak Ansar dapat mencermati berbagai langkah yang beliau ambil, terutama terkait hubungannya dengan wakil gubernur. Seperti pemasangan baliho itu contohnya, dengan tidak disertakannya foto wagub, pasti menimbulkan interpretasi beragam di masyarakat," pesan Joni.

Hal ini akan menjadi semakin janggal dan tidak elok kata Joni,  jika pada saatnya nanti, muncul pula baliho sejenis atau baliho pemprov Kepri lainnya yang hanya memajang gambar Wakil Gubernur Kepri dan tanpa menyertakan foto Gubernur Kepri. 

Hal senada disampaikan akademisi Kepri, Joni Ahmad MM. Menurut Ahmad, sebagai seorang gubernur seharusnya Ansar memiliki sikap yang pintar merasa.

Diakui Ahmad, jika dilihat dari baliho yang tampil di bundaran Kabil, merupakan kapasitas Ansar sebagai Gubernur Kepri, sehingga alangkah lebih baik juga menyertakan foto sang wakil gubernur.

Kendati demikian, Ahmad masih berpraduga, bahwa pemasangan baliho tersebut tanpa sepengetahuan Ansar Ahmad. Karena sebagai seorang gubernur, sangat tidak mungkin yang bersangkutan akan menyetujui pemasangan baliho tersebut, apalagi di tengah masih memanasnya hubungan gubernur dan wakil gubernur.

"Saya masih menduga pak gubernur tidak tahu dengan pemasangan baliho itu. Kalau beliau tahu, pasti pemasangannya akan dilarang dan mudahan praduga saya ini benar," pungkas Ahmad. (tm)