Space Adventures Batalkan Rencana Penerbangan Turis ke Luar Angkasa

Selasa, 26 Oktober 2021

Space Adventures telah membatalkan rencana untuk menerbangkan turis luar angkasa dengan penerbangan Crew Dragon. Foto/SpaceX

TRANSKEPRI.COM, JAKARTA - Space Adventures telah membatalkan rencana untuk menerbangkan turis luar angkasa dengan penerbangan  Crew Dragon. Meski demikian, mereka tidak menutup kemungkinan untuk meninjau kembali projek tersebut di masa depan.

Dikutip dari SpaceNews, Minggu (24/10/2021), Space Adventures mengumumkan pada Februari 2020 bahwa mereka telah menandatangani kontrak dengan SpaceX untuk misi Crew Dragon untuk penerbangan ke luar angkasa.

Pesawat ruang angkasa SpaceX akan membawa empat pelanggan di dalamnya untuk pergi ke orbit bumi dua kali lebih tinggi dari ISS. Lalu tinggal di sana selama lima hari sebelum kembali.
Pada saat pengumuman, Space Adventures memproyeksikan menerbangkan wisatawan luar angkasa pertama antara akhir 2021 dan pertengahan 2022.

Namun, perusahaan tersebut memberikan beberapa pembaruan tentang status misi itu setelah pengumuman. Termasuk siapa yang telah mendaftar untuk penerbangan dan kapan misi akan diluncurkan.

Tom Shelley, presiden Space Adventures, mengungkapkan kepada Agence France-Presse selama kunjungan baru-baru ini ke Moskow bahwa perusahaannya tidak lagi melanjutkan misi.

“Pada akhirnya reservasi kami dengan SpaceX berakhir dan itu bukan misi yang akan kami laksanakan dalam waktu dekat,” katanya.

Sementara itu, juru bicara bicara perusahaan Stacey Tearne mengkonfirmasi bahwa perusahaan telah membatalkan rencana untuk misi tersebut.

“Misi ini dipasarkan ke sejumlah besar calon pelanggan kami, tetapi pada akhirnya harga, waktu, serta pengalaman tidak tepat dan kontrak kami dengan SpaceX berakhir,” tuturnya.

“Kami berharap untuk meninjau kembali penawaran di masa depan," sambung pernyataan tersebut.

Space Adventures menerbangkan serangkaian astronot pribadi ke ISS mulai tahun 2001, memanfaatkan kursi terbuka yang tersedia di misi Soyuz.

Space Adventures terakhir menerbangkan pelanggan ke sana pada tahun 2009, karena kursi Soyuz digunakan secara eksklusif untuk rotasi kru.

(net)