Sambut Rabiul Awal, Ini Keutamaan Merayakan Maulid Nabi

Ahad, 10 Oktober 2021

Perayaan Maulid Nabi Muhammad sudah menjadi tradisi dari generasi ke generasi sejak ratusan tahun silam termasuk muslim di Indonesia. Foto/ist

Rabiul Awal, bulan ketiga kalender Hijriyah identik dengan Maulid Nabi karena di bulan ini Al-Musthofa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dilahirkan. Berikut keutamaan merayakan Maulid Nabi.

Perayaan Maulid Nabi Muhammad sudah menjadi tradisi dari generasi ke generasi sejak ratusan tahun silam termasuk muslim di Indonesia. Orang yang pertama kali merayakan maulid Nabi adalah Shahib al-Maulid yaitu Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Dalilnya dapat kita temukan dalam hadis Sahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Dari Qatadah radhiyallahu 'anhu: "Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari Senin, maka beliau menjawab: "Di hari itu Aku dilahirkan, juga di hari itu turunnya (risalah) kenabian kepadaku." (Shahih Muslim No 1162)

Mengenai tanggal kelahiran Nabi Muhammad ada perbedaan pendapat. Ada yang mengatakan beliau lahir pada hari Senin tanggal ke-2 bulan Rabiul Awal. Ada yang berpendapat tanggal ke-8. Pendapat lain mengatakan tanggal ke-9.

Namun pendapat yang paling masyhur dan diikuti oleh mayoritas ulama adalah beliau dilahirkan pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Gajah. (Ibnu Hisyam, As-Sirah al-Nabawiyyah)

Muncul pertanyaan, apakah merayakan Maulid Nabi harus dengan berpuasa sebagaimana hadis di atas? Ulama besar Makkah Sayyid Muhammad Ibn Alwi al-Maliki mengatakan, perlu diketahui bahwa kaifiyyah (cara) merayakan adalah masalah ijtihadiyyah bukan merupakan substansi pembahasan.

Dalam perayaan maulid yang menjadi inti pembahasannya adalah: apakah ada dalil tentang perayaan maulid Nabi? Adapun mengenai bagaimana merayakanya, maka hal ini adalah permasalahan terbuka untuk umat sesuai ijtihad mereka. Karena banyak perkara ijtihadiyyah yang memiliki dalil akan tetapi metode diserahkan kepada ummat.

Berikut Keutamaan Merayakan Maulid Nabi
Tersebut dalam Kitab I'anah al-Thalibin karya Sayyid Abu Bakar Muhammad Syatha al-Dimyathi, di antara keutamaan merayakan Maulid Nabi adalah sebagai berikut:

1. Al-Sirry al-Saqathy berkata: "Barang siapa yang bertujuan menghadiri tempat pembacaan Maulid Nabi Muhammad maka ia telah betujuan mendatangi taman dari taman-taman surga karena ia tidak bertujuan menghadiri tempat itu kecuali atas dasar cinta kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."

2. Al-Imam Jalaluddin al-Suyuthi berkata: "Tidaklah seorang muslim yang rumahnya dibacakan maulid Nabi kecuali Allah angkat kegersangan, wabah, kebakaran, penyakit, malapetaka, benci, dengki, ain, dan maling dari rumah tersebut. Dan jika meninggal, maka Allah ringankan saat menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir. Allah juga akan menempatkan di tempat yang disenangi di sisi tuhannya yang Maha Kuasa."

Demikian keutamaan Maulid Nabi yang perlu diketahui umat muslim. Merayakan Maulid Nabi juga termasuk wujud kecintaan kepada Rasulullah karena di dalamnya terdapat ibadah seperti bersholawat, tilawah Al-Qur'an, kajian Sirah Nabawi, pembacaan Kitab Sholawat, dan pemberian makanan untuk fakir dan miskin.

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى اله و صحبه وسلم

Sumber:
Lajnah Ta'lif wan Nasyr
Keluarga Santri dan Alumni Langitan 1443 H