Cegah Serangan Jantung Usia Muda dengan Rutin Medical Check Up, Ini Alasannya

Kamis, 30 September 2021

Cegah Serangan Jantung Usia Muda dengan Rutin Medical Check Up, Ini Alasannya. Foto/Ilustrasi/Ist

TRANSKEPRI.COM, JAKARTA - Menurut Riset Kesehatan Dasar 2018, ada 15 dari 1.000 orang yang menderita penyakit jantung di Indonesia. Secara umum, penyakit jantung merujuk pada penumpukan plak di arteri koroner yang menyuplai darah ke jantung atau penumpukan plak di arteri perifer (kaki) yang menyuplai darah ke jantung dan otak.

Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat mengakibatkan stroke atau serangan jantung. Untungnya, kondisi ini dapat dicegah, namun tren saat ini menunjukkan serangan jantung semakin banyak menyerang usia muda.

Hal ini bukan semata disebabkan oleh faktor keturunan, tetapi juga karena gaya hidup. Merokok, obesitas, darah tinggi dan diabetes merupakan penyebab tersering terjadinya serangan jantung.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr Dafsah Arifa Juzar mengatakan jika terjadi serangan jantung kedua pada usia muda, risiko kematian atau stroke mungkin terjadi.
“Pencegahan penyakit jantung yang dapat dilakukan antara lain dengan menjaga pola makan, aktif bergerak, hindari rokok, dan lakukan Medical Check Up jantung secara rutin,” ucap dr Dafsah dalam Peringatan Hari Jantung Dunia di Heartology Cardiovascular Center, Jakarta, Selasa 28September 2021.

Menurutnya, Medical Check Up jantung bertujuan sebagai upaya pencegahan, deteksi dan penanganan dini jika terdapat masalah jantung.

“Tujuannya untuk deteksi dini, salah satu jenis penyakit jantung adalah aterosklerosis di pembuluh darah dimana kondisi ini sendiri merupakan suatu kondisi pengerasan arteri yang disebabkan oleh timbunan plak kolesterol. Prosesnya alamiah, dengan bertambahnya usia pasti muncul,” papar dr Dafsah.

Ia menuturkan ada beberapa hal yang dapat mempercepat terjadinya aterosklerosis diantanyanya kondisi darah tinggi, diabetes, kolesterol, merokok dan riwayat jantung.

Oleh karena itu, dr Dafsah menekankan pentingnya pemantauan kesehatan jantung rutin meliputi berat badan, tekanan darah, kolestrol, gula darah, riwayat kesehatan dan gaya hidup yang merupakan faktor risiko dalam penyakit jantung.

“Jangan kira orang muda tidak mungkin terkena penyakit jantung. Penyakit jantung bisa menimpa semua usia dan gender,” terangnya.

Sementara itu untuk Medical Check Up, pemeriksaannya meliputi tekanan darah, penilaian riwayat kesehatan, EKG (Elektrokardiografi) untuk mendeteksi apakah detak jantung seseorang normal atau tidak serta ABI (Ankle Brachial Index).

“Mendeteksi penyakit arteri perifer atau penyumbatan di pembuluh darah kaki dengan cara mengukur perbandingan tekanan darah di lengan dan pergelangan kaki. Setelah itu, aktivitas dilanjutkan dengan penilaian hasil medical check up,” pungkas dr Dafsah.
(net)