AS Sebut Pesawat Ukraina yang Jatuh Tertembak Rudal Iran

Jumat, 10 Januari 2020

Pesawat Maskapai Ukraina Jatuh di Iran

TRANSKEPRI.COM.JAKARTA?? Media AS melaporkan kecelakaan yang menimpa pesawat Ukraina di Iran pada Rabu (8/1) lalu disebabkan oleh Iran. Newsweek adalah pertama kali yang melaporkan soal keterlibatan Iran dalam kecelakaan pesawat tersebut. 

Laporan dibuat berdasarkan informasi sumber mereka di AS dan Irak. Sumber tersebut percaya bahwa kecelakaan disebabkan oleh Iran yang secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat tersebut.

Kepercayaan tersebut didasarkan pada kelanjutan analisis data dari satelit, radar dan data elektronik yang dikumpulkan secara rutin oleh militer dan intelijen AS. Dari analisis tersebut diketahui, pesawat jatuh saat Iran meluncurkan rudal kepada pasukan AS. 

Sementara itu Presiden AS Donald Trump mengatakan ia curiga bahwa kecelakaan pesawat Ukraina yang terjadi baru-baru ini memang tidak disebabkan oleh masalah mekanis tapi kesalahan. 

Ditanya dalam acara Gedung Putih apa yang dia pikir terjadi pada pesawat, Trump berkata, "Yah, saya curiga. Saya tidak ingin mengatakan itu. Tapi karena orang lain memiliki kecurigaan mereka, ya seseorang bisa saja membuat kesalahan di sisi lain, karena itu terbang di lingkungan yang cukup kasar. Mereka bisa membuat kesalahan. Beberapa orang mengatakan itu mekanis. Saya pribadi tidak berpikir itu bahkan pertanyaan," katanya seperti dikutip dari CNN.com, Jumat (10/1).


Ditanya apakah dia pikir itu jatuh secara tidak sengaja, Trump berkata, "Saya tidak tahu. Saya benar-benar tidak tahu ... itu terserah mereka. Pada titik tertentu mereka akan melepaskan kotak hitam. "

"Idealnya mereka memberikannya kepada Boeing," katanya, tetapi mengatakan memberikannya kepada Prancis atau "negara lain" juga akan baik-baik saja.

Pesawat Boeing 737  milik Ukraine International Airlines jatuh di Bandara Imam Khomeini di Teheran, Iran Rabu lalu. Pesawat jatuh  tak lama setelah lepas landas

Akibat kecelakaan tersebut 176 orang tewas. Kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran, Ali Abedzadeh, mengatakan tidak akan menyerahkan perekam data penerbangan ke Boeing atau Amerika Serikat setelah ditemukan pada hari Rabu.(009)